Inspektorat Morotai Sembunyikan Nilai Temuan Anggaran Media, BPKAD Akui Sulit Deteksi Pengembalian

  • Whatsapp
Kepala BPKAD Pulau Morotai, M Umar Ali (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA -Alokasi anggaran media di Bagian Humas Setda Pulau Morotai, Maluku Utara, berindikasi merugikan negara karena adanya anggaran fiktif yang dicairakan. Namun hingga kini pihak Inspektorat Pulau Morotai tetap menyembunyikan nilai anggaran yang diwajibkan dilakukan pengembalian oleh Kabag Humas Setda Pulau Morotai  Arafik A Rahman itu.

“Iya betul dari hasil pemeriksaan atau audit itu kami menemukan adanya selisi kerugian negara di Bagian Humas, tetapi untuk nilainya saya tidak bisa memberitahukan kepada teman-teman media. Yang jelas sudah ada temuan, dan dari hasil temuan itulah sehingga pimpinan Humas harus segera mengembalikan uang negara ke kas daerah,” kata Kepala Inspektorat Pulau Morotai, Marwanto P Soekidi saat dikonfirmasi belum lama ini.

Marwanto menutupi jumlah kerugian hasil temuan di Bagian Humas dan mengaku Kabag Humas sudah melakukan pengembalian kerugian negara ke kas daerah.

“Kalau soal pengembalian silahkan teman-teman wartawan menanyakan langsung ke Keuangan, karena sejauh ini saya belum tahu apakah yang bersangkutan sudah menyetor atau belum,” singkatnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pulau Morotai, M Umar Ali mengaku untuk anggaran kerugian negara yang dikembalikan oleh Bagian Humas dari hasil temuan pihak Inspektorat, sejauh ini belum diketahui. Bahkan BPKAD tidak bisa mendeteksi kerugian yang telah dikembalikan Bagian Humas, karena tidak ada pemberitahuan jumlah temuan dari Inspektorat.

“Besaran nilai hasil temuan itu pihak Inspektorat tidak memberitahukan, sehingga kami tidak bisa mendeteksi. Karena temuan ini bukan hanya di Bagian Humas, tetapi masih ada sejumlah instansi dan pejabat lainnya,” ungkap Umar.

Umar menegaskan, seharusnya hasil temuan pihak Inspektorat disampaikan nilainya, sehingga BPKAD bisa mengetahui dan mengawasi pengembaliannya.

“Karena yang menangi itu bukan saya, tetapi mereka langsung transfer ke Kasda, kemudian untuk mendeteksi itu kita harus mengetahui datanya, dan paling bagus di tanggal berapa dan bulan berapa ke berapa di suruh pengembalian, sehingga kita cari atau mendeteksi dari bulan berapa ke berapa itu kita bisa mengetahui, tetapi kalau tidak, maka diakhir bulan Desember baru kami lakukan rekon atau pencocokan data,” pungkasnya. (Ajo)

Pos terkait