Usung Usman Sidik di Pilkada Halsel, DPD PAN Telok Rekomendasi DPP

  • Whatsapp
Ketua DPD PAN Halmahera Selatan, Nahrawi Rabul (tengah) bersama pengurus PAN saat gelar jumpa pers (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA–  Dewan Pimpinan Pusat(DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), telah menerbitkan surat keputusan merekomendasikan mengusung Usman Sidik sebagai calon Bupati Halmahera Selatan (Halsel) pada Pilkada tahun 2020 mendatang. Namun rekomendasi dengan nomor : 13/PILKADA/X/2019 yang ditandatangani oleh Yandri Susanto dan Viva Yoga Mauladi di Jakarta pada 4 Oktober 2019 itu mendapat penolakan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Halsel.

Ketua DPD PAN Halsel, Nahrawi Rabul menjelaskan seluruh pengurus DPD PAN Halsel menolak rekomendasi DPP. Alasan penolakan ini karena dinilai cacat atau inkonstitusional karena ada beberapa poin persyaratan tidak dijadikan rujukan oleh DPP, salah satunya peraturan partai nomor 3 tahun 2015.

Muat Lebih

“Kalau keputusan, minimal ketua DPD diundang untuk menyampaikan kondisi daerah dan sebagainya, ini kan tidak maka kami menolak rekomemdasi itu,” ungkap Nahrawi kepada sejumlah wartawan, (Rabu 9/10/2019).

Nahrawi menegaskan, sampai hari saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari DPP ke DPD terkait surat tugas tersebut, sehingga masih menjadi polemik.

“Saya tahunya dari media (pemberitaan) maka itu akan menjadi bahan evaluasi kami dan kami menolak rekomendasi tersebut,” cetusnya.

Bahkan, kata Nahrawi, waktu DPP menentukan pemilih ke Usman Sidik juga dirinya tidak mengetahuinya. Dirinya tetap tegas menolak rekomendasi yang dikeluarkan DPP tersebut.

“Yang saya ketahui DPD Halsel melakukan penolakan. Namun seperti apa kelanjutannya, mari kita lihat bersama ke depan,” tuturnya.

Nahrawi pun tidak mengetahui secara jelas mekanisme penjaringan seperti apa yang dilakukan DPP sehingga muncul nama Usmam Sidik.

“Kami tidak mengetahui seperti apa tolok ukurnya, sampai keluar surat rekomendasi tersebut. DPD PAN Halsel kan belum mengeluarkan keputusan, tiba-tiba sudah ada surat rekomendasi dan itu menjadi pertanyaan teman-teman. Apalagi kami tidak tahu seperti apa prosesnya. Maka dari itu, semua kader PAN menolak rekomendasi itu,” pungakas Ketua Fokal IMM Halsel ini.  (Ajo)

Pos terkait