Pembangunan Amburadul, PKL  di Pasar Basanohi Jadi Korban

  • Bagikan
Pekerjaan proyek drainase di Pasar Basanohi Sanana (Foto: Ilham/KabarMalut)

SANANA – Pembangunan sejumlah infrastruktur di Pasar Basanohi Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), rupanya amburadul dan tidak sesuai perencanaan yang matang. Akibatnya, para Pedagang Kaki Lima (PKL) terpaksa  harus terus menjadi korban.

Para PKL yang biasanya menjual sembako, bawang rica tomat (barito) sayur mayur dan buah ini, harus rela direlokasikan sementara di depan terminal baru yang sampai saat ini belum difungsikan. Karena, lapak mereka berjejer di bagian kiri terminal yang menjadi tempat berjualan, kembali terkena proyek pekerjaan drainase.

“Kami bingung, setiap kali ada pembangunan kami jadi korban,”  keluh salah satu PKL, Irma saat diwawancarai KabarMalut, Kamis (10/10/2019).

Irma mengaku sebagai warga biasa, tetap ikut apa yang diatur oleh pemerintah. Namun Pemerintah Kabupaten Kepsul juga diminta untuk tidak selalu memindahkan para pedagang setiap adanya pembangunan.

“Kami tetap ikut aturan pemerintah, tapi kami harap tolong jangan persulit kami demi sesuap nasi,” cetusnya.

Titik pembangunan drainase masuk di wilayah terminal, maka Dinas Perhubungan kembali ambil alih penataan pedagang di depan terminal baru.

Namun saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kepsul, Patti Buammona mengaku belum mendapat infomasi adanya direlokasi sementara para PKL di wilayah terminal baru.

“Saya baru tahu info (relokasi) ini, besok saya akan tinjau lokasi,” singkat Patti.

Para PKL akan ditata letak lapaknya kembali seperi semula, jika pekerjaan drainase selesai dibangun. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut