Bahayakan Warga, Polisi Amankan 41 Sepeda Motor

  • Bagikan
Tim gabungan Polres Ternate saat mengamankan sepeda motor yang terlibat balap liar di TPA Takome (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Petugas gabungan dari Satuan Lalu Lintas (Lantas) dan Satuan Sabhara dari Polres Ternate, mengamankan sebanyak 41 unit sepeda motor saat melakukan balapan liar di areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat. Para pembalap liar ini dinilai membahayakan warga yang melintasi ruas jalan tersebut.

Kepala Unit Turjawali Sat-Lantas Polres Ternate, IPDA Ibrahin Mappe mengatakan berawal dari laporan warga bahwa areal jalan di TPA Takome, sering dijadikan tempat balap liar dan cukup meresahkan serta membahayakan warga ketika melewati jalur tersebut. Polisi kemudian membentuk tim gabungan dan menindak para pelaku balap liar.

“Tim gabungan amankan 41 kendaraan, dalam 41 tersebut bakal ditilang karena mereka berada di dalam arena balapan liar,” ujar Mappe kepada KabarMalut, Minggu (13/10/2019).

Kepala Unit Turjawali Sat-Lantas Polres Ternate, IPDA Ibrahin Mappe dan KAUR Sat-Sabraha saat memimpin penindakan balap liar (Foto: Yasim/KabarMalut)

Saat dilakukan penindakan, para pemilik kendaraan tidak melakukan perlawanan, malahan meninggalkan kendaraan mereka masing-masing karena merasa bersalah.

“Kendala kami tersebut ditinggal kendaraan, pergi orangnya entah mereka pergi kemana. Jadi dalam penindakan tidak ada yang melakukan perlawanan, mungkin mereka mengakui salah,” terangnya.

41 sepesa morot yang diamankan kemudian ditilang dan diangkut ke Mapolres Ternate sambil menunggu jadwal sidang yang akan berlangsung Senin (3/1/2020) mendatang. Meski pemilik kendaraan mengikuti sidang, namun sebeda motor balap ini akan dikembalikan jika pemiliknya bisa menunjukan kelengkaan surat-surat kendaraan.

“Setelah sidang, surat-surat harus lengkap baru diberikan semeda motor mereka. Kalau tidak lengkap, kami tetap tahan motor mereka,” jelasnya.

Polres Ternate menghimbau kepada pemuda-pemudi untuk hentikan kegiatan balapan liar, karena sangat meresahkan dan menganggu warga setempat.

” Kami berharap hentikan balapan liar, karena ini sangat berbahaya diri sendiri maupun berbahaya orang lain,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut