Berburu Penyu di Halteng, 10 Warga Haltim Ditangkap Polisi

  • Bagikan
Para tersangka dan barang bukti cangkang Penyu hasil berburu (Foto: Yasim /KabarMalut)

TERNATE – Sebanyak 10 warga yang berasal dari Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), ditangkap aparat Kepolisian dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Maluku Utara (Malut). Para tersangka diamankan karena kedapatan sedang berburu hewan yang dilindungi yakni Penyu di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).

Direktur Polairud Polda Malut, AKBP R Djarot Agung Riadi mengatakan penagkapan dilakukan Jumat (10/10) lalu ini berawal ada laporan masyarakat, bawah ada warga dari Buli Haltim sedang melakukan penangkapan Penyu di sekitaran perairan Safa Pulau Gebe, Halteng.

“Sekira pukul 10:30 WIT personel Marnit Gebe langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan 10 tersangka serta barang bukti 19 Penyu. 18 ekor diantaranya sudah dicacah dan satu ekor penyu masih dalam keadaan hidup,” kata Agung didampingi Kabid Humas Polda Malut AKBP Yudi Rumantoro saat menggelar Konferensi Pers, Senin (14/10/2019).

Agung menambahkan, para tersangka dan barang bukti berupa 18 cangkang penyu kemudian diamankan di Markas Unit Polairud Gebe untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Perburuan dilakukan dengan cara memanah dan menombak penyu.

“Beberapa barang bukti yang didapatkan polisi tiga unit longboat tampa nama, 3 unit mesin 15 PK merk Yamaha, 14 unit tombak, 6 unit panah, 4 Coolbox daging panyu, 1 ekor panyu hidup telah dilepaskan ke laut dan 18 cangkang penyu itu bakal dijadikan barang bukti proses penyidikan nanti,” akunya.

Kasus dugaan penagkapan hewan yang dilindungi ini, menuru keterangan para tersangka, untuk mencari dana pembangunan rumah ibadah. Cangkang penyu akan dijual di seputaran Haltim.

Dari 10 orang yang ditangkap, 4 orang hanya dijadikan saksi dan 6 orang dijadikan tersangka. Diantaranya Antonius Kaoci alias Anton berperan sebagai koordinator dan 5 pemburu yakni Metusail Kaoci alias Metu menangkap 9 ekor penyu, Jouheis Koaci alias Jon menangkap 3 ekor penyu, Bernadus Maliate alias Boriki menangkap 2 ekor penyu, Lianus Maliate alias Make menangkap 1 ekor penyu dan Timotius Kolora alias Titus mengkap 4 ekor penyu.

Sementara orang yang berperan sebagai motoris, Ronis Koaci, Elianus, Kalep dan Jhon hanya dijadikan sebagai saksi.

Para tersangka dikenakan pasal 40 ayat (2) Jo pasal 21 ayat (2) huruf (a) dan (b) Undang-Undang RI nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan pasal 55 ayat 1 ke KHUP pidana ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 100.000. 000. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut