Wabup Halsel Resmi Buka Survei Verifikasi Akreditasi RSU Obi

  • Bagikan
Wakil Bupati Halmahera Selatan, Iswan Hasjim bersama Tim Survier dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan dan Direktur RSU Obi dr Diadon saat memantau kondisi RSU Obi (Foto: Istimewa) 

LABUHA – Wakil Bupati Bupati (Wabup) Halmahera Selatan (Halsel), Iswan Hasjim membuka secara resmi Survei Verifikasi Akreditasi Tahap awal Rumah Sakit Umum (RSU) Obi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (AKRS) pada Senin (14/10/2019).

Acara yang diawali dengan safety briefing tersebut, turut dihadiri oleh survier dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit, Kepala Dinas Kesehatan Halsel, Direktur RSU Obi beserta jajaran, para Camat se-Pulau Obi, Kepala Desa se-Pulau Obi, dan Kepala Sekolah SD dan SMP Obi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa sebagai upaya untuk secara kontinyu meningkatkan pelayanan di fasilitas kesehatan kepada masyarakat khususnya RSU Obi. Maka perlu diambil langkah-langkah bagi peningkatan mutu dan kinerja melalui pembakuan dan pengembangan sistem manajemen mutu dan perbaikan kinerja secara komprehensif dan berkesinambungan.

“Rumah Sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan perlu dilakukan penilaian oleh pihak eksternal dengan menggunakan standar baku yang telah ditetapkan untuk meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit secara berkesinambungan,” kata Iswan.

Iswan berharap kegiatan verifikasi akreditasi tahap awal yang akan dimulai pada hari ini berjalan dengan baik dan lancar, dan bisa lebih memotivasi pihak-pihak terkait, terutama seluruh jajaran RSU Obi agar terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat.

“Saya berharap kepada seluruh pihak mulai dari pemerintah kecamatan, desa, dan jajaran RSU Obi agar terus berupaya peningkatan kualitas sistem kerjanya, guna RSU Obi dapat memenuhi standar akreditasinya,” terangnya.

Kepada Tim Verifikasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit, Wakil Bupati menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya telah bersedia datang ke Obi serta dukungannya dalam mendorong peningkatan mutu dan kinerja pelayanan di RSU Obi.

Iswan juga menyampaikan di tahun 2020 ia akan mengawal dengan sungguh-sungguh untuk mensejajarkan RSU Obi dengan RSUD Labuha. Menurutnya ini saatnya masyarakat Obi harus memiliki sebuah Rumah Sakit yang betul-betul layak, guna melayani masyarakat agar tidak perlu jauh-jauh dirujuk ke RSUD Labuha.

“Saya akan berkomitmen mengawal ini agar RSU Obi bisa disejajarkan dengan RSUD yang ada di Labuha. Paling tidak RSU Obi menjadi Rumah Sakit rujukan yang ada di Pulau Obi ini,” jelas Iswan.

Iswan menambahkan bahwa dengan adanya 3  surveyor (Tim Penilai) ini, agar seluruh jajaran RSU Obi dapat memanfaatkannya dengan baik, guna secara dini mengidentifikasi faktor-faktor yang akan menjadi indikator tercapainya akreditasi tersebut.

“Mari saya mengajak semua elemen di Obi ini agar bekerjasama dengan Bapak Direktur RSU Obi untuk berupaya melengkapi berbagai hal terkait dengan indikator pencapaian akreditasi ini, saya pun akan mengawal hingga tercapai akreditasi untuk RSU Obi ini,” ajak Iswan.

Sementara itu, Ketua Tim Surveyor dr Nungky dari KARS menjelaskan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Peraturan Menkes nomor 12 tahun 2012 tentang Akreditasi Rumah Sakit, maka dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien secara berkesinambungan, Rumah Sakit wajib diakreditasi secara berkala paling sedikit 3 tahun sekali.

Akreditasi itu sendiri  merupakan pengakuan terhadap mutu pelayanan Rumah Sakit, setelah dilakukan penilaian oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi, bahwa Rumah Sakit tersebut telah memenuhi standar akreditasi.

Adapun standar akreditasi adalah pedoman yang berisi tingkat pencapaian yang harus dipenuhi oleh Rumah Sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Sedikitnya ada 323 standar yang diuraikan ke dalam 1.218 Elemen Penilaian (EP) yang harus dipenuhi dokumennya oleh Rumah Sakit.

Direktur RSU Obi,  dr Diadon Misi Mitaart mengatakan RSU Obi siap untuk dilakukan survey oleh Tim Penilai. RSU Obi saat ini sangat berbeda dan berubah total dengan RSU Obi yang dulu.

“Saat ini RSU Obi telah melakukan perubahan-perubahan pembangunan fisik maupun pelayanan,” kata dr Diadon.

Tim Penilai (surveyor) akan berada di RSU Obi selama kurang lebih 3 hari, yang terdiri dari 3 orang (manajemen, medis dan keperawatan) yaitu dr Miryanti, dr Nungky, dan Tati Herawati. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut