Dua Alat Kesehatan Ini Dilarang Digunakan

  • Bagikan
Termometer merkuri dilarang gunakan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain (Foto: iStock)

JAILOLO – Dua alat kesehatan (Alkes) yakni tensimeter air raksa serta termometer air raksa yang sering digunakan oleh tenaga medis guna memeriksa pasien, kini  dilarang digunakan lagi. Larangan penggunaan dua alat kesehatan tersebut menindak lanjuti edaran Kementerian Kesehatan yang juga memerintahkan untuk ditarik dan dimusnahkan.

Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan(SDK) Dinas Kesehatan Halmahera Barata (Halbar), Rahmat Patty menjelaskan larangan penggunaan kedua alat kesehatan tersebut karena mengandung mercury, sehingga membayakan kesehatan pasien. Penggunaan alat kesehatan hanya diperbolehkan dengan jenis Airu dan jenis Digital.

” Untuk larangan ini juga sudah disampaikan ke seluruh Puskemas. Kecuali wilayah-wilayah terpencil yang memang sulit, itu masih diberikan toleransi. Akan tetapi di tahun 2020 tidak  diperkenankan lagi menggunakan dua jenis alat tersebut,” ungkap Rahmat kepada wartawan, Rabu (16/10/2019) .

Keberadaan dua alat itu, lanjut Rahmat, ada sebagian juga yang telah ditarik, selanjutnya disimpan di gudang dan bakal dimusnahkan dengan menggandeng instansi teknis terkait.

Dinkes sendiri telah menindak lanjuti adanya pelarangn obat-obatan yang dilarang oleh BPOM RI diantaranya jenis Ranitidine cairan injeksi 25 mg/ml, kemudian zantac cairan injeksi 25 mg/ml, Rinadin sirup 75 mg/5 ml, indoran cairan injeksi 25 mg/ml. Larangan peredaran jenis obat-obatan tersebut berdasarkan penjelasan BPOM RI terkontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA).

” Untuk peredaran jenis-jenis obat itu kami sudah tindak lanjuti dengan turun langsung ke Apoteker di Halbar, dan dipastikan tidak ada yang beredar. Memang jenisnya ada, hanya saja tidak katagori nomor Bets sebagaiamana yang dilarang,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut