Besok Polda Malut Sidang PTDH Bribda Nesti

  • Whatsapp
Kabid Prompam Polda Maluku Utara, AKBP Susanto (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Oknum anggota Polisi Wanita (Polwan) Polda Maluku Utara (Malut), Bribda Nesti Ode Samili (NOS) ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror karena diduga terpapar paham Jamaah Ansharut Daulah (JAD).  Polda Malut menjadwalkan Jumat (18/10) besok menggelar sidang kode etik provesi terhadap Bribda Nesti.

“Untuk NOS besok kita lakukan sidang kode etik,” kata Kabid Propam Polda Malut, AKBP Susanto kepada KabarMalut, Kamis (17/10/2019).

Muat Lebih

Susanto menambahkan, sidang kode etik provesi terhadap NOS sudah bisa dipastikan mendapat sanksi Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH).

“Bisa saya pastikan sampai ke PTDH,” tegasnya.

Ia menjalankan, putusan PTDH kepada NOS yang akan diputuskan besok tersebut sudah melalui beberapa proses dan telah mendapat saran hukum dari Bidang Hukum (Bidkum) Polda Malut.

“Semuanya sudah melalui proses dan jalan akhirnya akan ke PTDH, sidang kode etik provesi Kepolisian terhadap Bribda NOS sendiri bakal berlangsung di Polda Malut. Kita gelar di Polda saja,” tuturnya.

Hingga Oktober 2019 ini, Susanto menegaskan sudah kurang lebih 19 oknum Polisi dari Polda Malut dijatuhi hukuman PTDH dan dua diantaranya merupkan oknum Polwan yakni Rini dan NOS yang dilaksanakan besok.

“Kalau tamba Rini kemarin ada 18 orang, tapi kalau besok NOS maka jumlah PTDH yang telah diterbitkan sudah 19 orang,” tegasnya.

Kapolda Malut, Brigjen (Pol) Suroto sebelumya menegaskan sanksi PTDH  yang diambil Polda Malut adalah sanksi karena yang bersangkutan meninggalkan tugas tanpa izin. Sementara untuk dugaan keterlibatan terkait dengan penangkapan oleh Densus 88 merupkan pengembangan dari tim Densus 88.

“Kalau itu kita serahkan ke Densus yang menangani saja, karena kita berikan sanksi tinggalkan tugas tanpa izin,” pungkasnya. (Ajo)

Pos terkait