Posting Gambar Cakada di Medsos, 4 ASN Haltim Bakal Dipanggil Bawaslu

  • Whatsapp
Devisi Hukum Bawaslu Halmahera Timur, Basri Suaib memperlihatkan bukti screenshot postingan ASN di Medsos (Foto: Hasrul/KabarMalut)

MABA – Sebanuak 4 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, diduga terlibat dalam politik praktis yakni mengkampanyekan salah satu calon kepala daerah (Cakada) dengan cara memposting gambar Cakada di media sosial (Medsos) facebook. Bawaslu Haltim sendiri bakal melayangkan surat panggilan terhadap para ASN untuk dimintai klarifikasi pada Senin (21/10) pekan depan.

Devisi Hukum Bawaslu Haltim, Basri Suaib mengatakan berdasarkan  bukti yang telah dikantongi, terdapat sejumlah ASN yang sengaja memberikan dukungan atau mempromosikan salah satu bakal calon Bupati Haltim, melalui media sosial facebook.

Muat Lebih

“Jadi mereka ini sudah bertentangan dengan undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, Peraturan Pemerintah nomor 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Koprs dan Kode Etik Pegwai Negri Sipil (PNS), serta Perturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS,” kata Basri saat ditemui di ruang kerjnya, Jumat (18/10/2019).

Tak hanya itu, dirinya mengaku jika persoalan tersebut juga telah ditegaskn oleh Kemenpan-RB dan KASN, yang meminta agar ASN dapat menjaga netralitas pada saat pelaksanaan Pilkada dengan tidak mengunggah, menenggapi seperti like, komentar dan  sejenisnya atau  menyebarluaskan gambar atau foto serta visi misi bakal calon kepala daerah di Medsos.

“Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat sejumlah ASN yang identitasnya belum kita sampaikan, dengan sengaja melakukan itu. Jadi kita akan panggil mereka bahkan ASN yang like pun bakal dipanggil untuk diminta klarifikasi,” katanya.

Basri berharap, agar ASN yang ada di lingkup Pemkab Haltim, untuk tetap menjaga netralitasnya dalam momen politik 2020 mendatang.

“Untuk itu kita minta agar ASN bisa menjaga netralitasnya, karena hal itu melanggar ketentuan yang berlaku,” lugasnya.

Sementara itu, dirinya juga menegaskan Bawaslu tidak segan-segan dan tebang pilih dalam memproses ASN yang sengaja melakukan politik praktis melalui media sosial.

“Kami tidak hanya memintai klarifikasi saja, tetapi hal itu akan ditindaklanjuti ke Pusat. Sehingga hal ini ada efek jerah bagi para ASN yang ada di Haltim,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun, 4 ASN yang diduga terlibat politik praktis tersebut yakni Rusmin Gafur, Irwanto Maneke, M Rony Saleh dan Aliasur. (Ajo)

Pos terkait