Terima Uang Rp 3,1 Miliar, Bupati Haltim Dilaporkan ke Polisi

  • Whatsapp
Kantor Polda Maluku Utara (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Bupati Halmahera Timur (Haltim) Muhdin Ma’bud dilaporkan ke Polisi terkiat kasus dugaan korupsi APBD. Muhdin dilaporkan ke Polda Maluku Utara (Malut) oleh Gamalama Corruption Watch (GCW) Malut karena diduga menerima uang sebesar Rp 3,1 miliar lebih sejak 2014-2015 silam.

Koordinator GCW Malut, M Muhiddin mengaku Bupati Haltim diduga menyalahgunakan dana APBD tahun 2014-2015. Kasus itu terjadi ketika Bupati Muhdin masih menjabat sebagai Wakil Bupati menerima uang sebanyak 13 kali dari Bendahara Pengeluaran pada Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Haltim berupa uang titipan senilai Rp 3,1 miliar lebih.

Muat Lebih

“Dalam APBD itu, terjadi penyalahgunaan satu pos anggaran. Ini juga didasarkan dari 13 bukti,” kata Muhiddin kepada wartawan, Minggu (20/10/2019).

Muhiddin menambahkan sejumlah dokumen telah disertakan dalam pelaporan ke Polda Malut Selasa (15/10) lalu, seperti kwintansi dan dokumen APBD selama dua tahun berlangsung. Uang yang diterima Muhdin tersebut bukan uang operasional atau uang pribadi miliknya, yang kemudian dititipkan.

“Dasar itu kami mengadukan ke Polda Maluku Utara,” tuturnya.

Kapolda Malut, Brigjen Suroto diharapkan segera membantu mengungkap laporan yang disampaikan GCW Malut.

“Kami mengharapkan Bapak Kapolda dapat mengungkap dugaan tindak pidana korupsi tersebut sesuai ketentuan perundang-undang yang berlaku,” imbuhnya.

Terpisah, Direktur Reskrimsus Polda Malut AKBP Alfis Suhaili ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui isi laporan yang dilaporkan GCW Malut. Sebab surat laporan yang disampaikan ditujukan langsung ke Kapolda Malut.

“Kasus tersebut nanti saya cek dulu ya, karena alamatnya ditujukan kepada bapak Kapolda. Jadi saya cek dulu sampai dimana suratnya, ” singkat Alfis. (Ajo)

Pos terkait