Bupati Pulau Morotai Nonjobkan Dua Camat

  • Whatsapp
Sekda Pulau Morotai, Muhammad M Kharie saat melantik Camat Morotai Jaya Fachruddin M Banyo dan Camat Morotai Utara Marwan Sidasi (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Bupati Pulau Morotai, Benny Laos menonjobkan dua orang Camat di lingkup Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. Kedua Camat tersebut yakni Morotai Jaya Yulianus Nete dan Camat Morotai Utara Akri Yuti Wijaya.

Sebagai gantinya, Bupati mengangkat Fachruddin M Banyo menjadi Camat Morotai Jaya menggantikan Yulianus Nete dan Marwan Sidasi sebagai Camat Morotai Utara menggantikan posisi Akri Yuti Wijaya. Kedau pejabat eselon III ini resmi dilantik oleh Sekda Muhammad M Kharie yang berlangsung di aula Kantor Bupati Pulau Morotai, Selasa (22/10/2019).

Muat Lebih

Pelantikan kedua Camat yang baru tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati nomor: 821.23/07/KEP/PM/X/2019 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai tahun 2019.

Sekda Pulau Morotai, Muhammad M Kharie dalam sambutanya menyampaiakan kewenangan dalam melaksanakan tugas sebagai Camat harus dipahami secara komperensif. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Tenaga Kontrak Daerah (TKD), saat ini tak bisa bekerja seenaknya.

“Tertuang dalam undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, aturan ini mendorong penyelenggaraan negara yang harus didasarkan pada profesionalisme dan berbasis penilaian kinerja,” kata M Kharie.

Menututnya, masalah yang dapat dijadikan alasan kuat seorang PNS diberhentikan, yakni pertama adalah aparatur dengan kinerja buruk. Sekarang ini setiap pegawai dinilai kinerjanya oleh atasan langsung dan itu dilakukan rutin dalam kurun waktu setahun sekali. Bila tiga kali berturut-turut penilannya menunjukkan yang bersangkutan tidak
mampu memenuhi target kinerjanya, maka bisa diturunkan jabatannya.

“Kalau masih terulang lagi bisa diberhentikan karena dianggap tidak mampu dalam meningkatkan kinerja,” ungkap M Kharie.

Tujuan dari semua ini supaya ASN terpacu untuk meningkatkan kinerja, fokus dan tidak main-main dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Abdi Negara.

Sementara Camat yang dinonjobkan bupati, kini ditarik ke Sekertariat Daerah tanpa memiliki jabatan. (Ajo)

Pos terkait