Dua Lapak Disatukan, Sejumlah Pedagang di Pasar Jailolo Komplain

  • Whatsapp
Lapak yang dibongkar salah satu pedagang untuk memperluas ruangan (Foto: Surahman/KabarMalut) 

JAILOLO – Lapak parmanen Pasar Jailolo yang dibangun oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), tembok sebelahnya dibongkar secara sepihak salah seorang pedagang. Pembongkaran dimaksud untuk menyatukan dua lapak menjadi satu.

Namun pembongkaran tembok sebelah lapak ini memicu komplain sejumlah pedagang yang dipimpin oleh Sofyan H Attam. Para pedagang memprotes kebijakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) karena diduga menjual belikan lapak.

Muat Lebih

Dimana setiap pedagang hanya memperoleh satu lapak, namun seorang pedang bisa mendapat dua lapak sehingga tembok sebelahnya dibongkar untuk mensatukan dan memperluas ruangan lapak.

“Setiap pedagang biasanya hanya memperoleh satu unit. Namun, diduga ada unsur jual beli lapak oleh petugas sehingga dua unit lapak itu diperoleh satu pedagang. Kemungkinan kedekatan oleh oknum pedagang dengan petugas sehingga meski lapak itu dibongkar sekalipun pihak dinas terkait tidak menghiraukannya,” kata Sofyan saat dikonfirmasi, Senin (21/10/2019).

Sofyan mengaku lapak permanen yang dibangun Pemda Halbar itu merupakan aset daerah dan tidak bisa dibongkar layak milik pribadi, karena statusnya hanya pinjam pakai. Bahkan persoalan ini sudah disampaikan ke Kepala Disprindag Halbar Martinus Jawa, namun tidak disikapi.

“Kadis Perindag mengaku telah memerintahkan kepada petugas lapangan untuk menekan pemilik lapak agar membangun kembali lapak yang telah dibongkar. Namun, terbukti sekarang tembok beton lapak yang dibongkar tidak diperbaiki,” terangnya.

Kepala Disperindag Halbar, Martinus Jawa hingga kini belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan tersebut. Panggilan telepon yang ditujukan ke nomornya dijawab hingga berita ini naik tayang. (Ajo)

Pos terkait