Kenakan Sarung dan Baju Koko, Bupati Halsel Pimpin Upacara Hari Santri Nasional

  • Whatsapp
Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba saat memimpin Upacara Hari Santri (Foto: Istimewa) 

LABUHA – Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Bahrain Kasuba menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 yang berlangsung di lingkungan Yayasan Al-Khairaat Labuha, Selasa (22/10/201o). Ribuan pelajar di yayasan yang membawahi sekolah SD hingga SMA itu mengikuti upacara tersebut.

Bagaikan seorang santri, Bahrain mengenakan sarung dan baju koko putih saat menjadi inspektur upacara. Di hadapan ribuan pelajar itu, Bahrain memberikan motivasi dan semangat kebangsaan. Terlihat para tamu undangan lainnya juga menggunakan sarung dan baju koko.

Muat Lebih

Bupati saat membaca teks sambutan Menteri Agama Republik Indonesia mengatakan, peringatan Hari Santri 2019 mengusung tema ‘Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia’. Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian.

Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatan lil alamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama. Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural.

“Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia,” tutur Bahrain.

Disamping alasan pesantren sebagai laboratorium perdamaian, keterpilihan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) sejak 2 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020, dimana bargaining position Indonesia dalam menginisiasi dan mendorong proses perdamaian dunia semakin kuat dan nyata, menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa, terutama kalangan santri Indonesia agar turut berperan aktif dan terdepan mengemban misi dan menyampaikan pesan-pesan perdamaian di dunia intemasional.

“Akhirnya kita juga patut bersyukur karena dalam peringatan Hari Santri tahun 2019 ini terasa istimewa dengan hadirnya Undang-Undang nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren. Dengan Undang-Undang tentang Pesantren ini memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pengabdian masyarakat,” tutupnya.

Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Halsel, Kepala Kantor Kementerian Agama Halsel, Sekertaris Daerah, Dandim 1509/Labuha, Ketua GOW Halsel, Ketua Dharma Wanita Halsel, Kepala Sekolah serta dewan guru se- Yayasan Al-Khairaat yang ada di Halsel, dan seluruh pimpinan Pondok Pesantren yang ada di wilayah Labuha.

Acara diakhiri dengan beberapa atraksi dari perwakilan Yayasan Al-Khairaat, diantaranya atraksi Merchine Band dari MTS Negeri 2 Halsel dengan membawakan 3 lagu, atraksi tarian Gepeng dari MTS Al-Khairaat Labuha, Tarian Lalayon dari MTS Darull Qur’an Desa Kupal, Pembacaan Puisi dari Ponpes Al-Khairaat Bibinoi, atraksi Smafor dari MA Al-Khairaat Labuha, dan atraksi tongkat dari MTS Al-Khairaat Labuha. (Ajo)

Pos terkait