Korban Laka Lantas di Halut Dapat Santunan

  • Bagikan
Kepala Jasa Raharja Cabang Ternate, Aceng Widayat (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Korban kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) pada sejumlah ruas jalan di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut), mendapat santunan dari PT Jasa Raharja Cabang Ternate. Korban meninggal dunia diberikan sebesar Rp 50 juta dan korban luka-luka maksimal Rp 20 juta.

Kepala Jasa Raharja Cabang Ternate, Aceng Widayat mengaku penyaluran santunan korban Laka Lantas pertama dilakukan pada korban meninggal dunia atas nama Melki Malikidin (35), warga Desa Ruko, Kecamatan Tobelo Utara yang tewas saat menabrak belakang mobil dump truk di jalan umum Desa Ruko, Selasa (14/10). Pembayaran satunan dilakukan pada Jumat (18/10) dan diterima langsung istri korban atas nama Yani Feni Djana.

“Santunan korban sudah dibayar via transfer bank BRI sebesar Rp 50 juta dan sudah diterima oleh istri korban,” kata kepada wartawan, Kamis (24/10/3019).

Untuk santunan pihaknya menunggu hingga dua hari lamanya karena menunggu kelengkapan ahli waris yang harus dipenuhi. Selain Tanda Kartu Penduduk (KTP) akte perkawinan dan yang bersangkutan harus memiliki buku tabungan.

“Terkendala selama dua hari karena harus dipenuhi syarat ahli waris,” katanya.

Acen menambahkan pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa terjadi kecelakaan lagi di Kabupaten Halut yang mengakibatkan tiga nyawa melayang. Kecelakaan terjadi di ruas jalan Desa Ngodiho Kecamatan Galela Barat, melibatkan sepeda motor yang dikendarai Satria Keper (35) berboncengan dengan Firda Ote (31), dan mobil dump truk yang mengakibatkan Satria meninggal dunia.

“Sedangkan di Desa Tobe mengendarai gerobak sapi bersama dua orang penumpang, Ludia Lodi (70), Georgino Gonyono (5) dan satu pejalan kaki Yaba Gonyowo (40), ditanjakan gunung Garuda Desa Paca dari arah belakang mobil avansa menabrak yang mengakibatkan Yabal meninggal dunia,” jelasnya.

Di hari yang sama terjadi lagi kecelakaan di Desa Talaga Paca, Kecamatan Tobelo Selatan, dimana terjadi baku tabrak sepeda motor MX king yang dikendarai Alpinus Beta (39) dan motor Spacy dikemudikan Aprianto Balian Ali (17) berdua dengan Randi Darampolo (16) dan akhirnya Alpinus meninggal dunia di tempat kejadian.

“Untuk santunan tiga korban kecelakaan pada Senin (21/10) dan Selasa (22/10). Insya Allah besok hari kami sudah membayar santunan korban yang meninggal,” jelasnya.

Aceng menambahkan pihaknya mendapatkan informasi adanya kecelakaan langsung bergerak mendata korban untuk bergerak ke rumah ahli waris meminta data-datanya. Selain itu, lanjut Aceng, ada enam korban kecelakaan yang mengalami luka-luka yang dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo, juga mendapatkan santunan masing-masing sebesar Rp 20 juta.

“Korban luka-luka enam orang yakni, Firda Ote, Georgino Gonyowo, Sarlota Timbangnus, Ludia Lodi, Apriyanto Belian Ali, Randi Darompalo yang dibawa ke RSUD Tobelo juga mendapatka santunan, biaya rumah sakit maksimal Rp 20 juta,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut