PKPI Halsel Perpanjangan Penjaringan Balon Bupati dan Wakil Bupati

  • Bagikan
Sekretariat DPK PKPI Halmahera Selatan (Foto: Dahbidin/KabarMalut)

LABUHA – Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dibawa kepemimpinan Bahrain Kasuba memperpanjang waktu penjaringan bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil  Bupati hingga Januari 2020. Perpanjangan waktu penjaringan ini menyusul terbitnya Surat Edaran dari Dewan Pimpinan Nasinonal (DPN) PKP-Indonesia pada tanggal 14 Oktober lalu.

Surat Edaran dengan nomor 01/SE/DPN PKP IND/X/2019 ini ditandatangani langsung Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono dan Sekjen Verry Surya Hendrawan, memerintahkan seluruh pengurus Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) dan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI di seluruh Indonesia untuk melaksanakan pendaftaran/penjaringan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Selain itu, DPK dan DPP juga menyampaikan struktur organisasi posko pendaftaran/penjaringan yang terdiri dari Ketua, Sekrtaris dan Bendahara.

“Kita diperintahkan membentuk posko penjariangan dan kita sudah laksanakan dan berkasnya sudah kami kirim ke DPN,” kata Ketua Desk Pilkada DPK PKPI Halsel, Adi Hi Adam kepada sejumlah wartawan di Sekretariat PKPI, Kamis (24/10/2019).

Menurut Adi, sejak diterimanya Surat Edaran DPN PKPI pihak DPK Halsel langsung menindak lanjutinya dengan membuka pendaftaran atau penjaringan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati secara terbuka. Penjaringan ini resmi dibuka pada Kamis (24/10) di Sekretariat DPK PKPI.

Ada dua bakal calon bupati yang sudah mendaftar sebelumnya yakni Usman Sidik dan Bahri Hamisi tetap diakomudir. Adi menilai mekanisme penjaringan Balon Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya yang dilaksanakan Wiryawan dan Apeles Kemor tidak sesuai mekanisme.

“Hari ini kita resmi buka pendaftaran. Kalau yang kemarin mereka (Usman dan Bahrain) itu tetap masuk, karena mereka sudah mendaftar, yang salah bukan kandidatnya, yang salah itu proses mekanisme yang diberlakukan,” cetus Adi.

Adi menjelaskan pleno di tingkat kabupaten pada Januari 2020 mendatang, nama Usman Sidik dan Bahri Hamisi dimasukan karena telah dipleno oleh DPP beberapa waktu lalu, sehingga tidak ada Balon Bupati yang sudah mendaftar diabaikan karena PKPI terbuka bagi siapa saja. Seteleh melakukan pleno penetapan di tingkat kabupaten DPK menyampaikan pemberitahuan kepada DPP dan melanjutkan tebusan kepada DPN. Tahapan ini kata Adi, telah diatur dalam petunjuk tehnis (Juknis).

“Himbauan dari DPN itu, kita jangan gegabah dalam melakukan seleksi pencalonan, harus selektif mungkin karena ini pemilihan Bupati. Sehingga kita tidak terjebak pada kepentingan orang per orang,” tutur Adi.

Setelah di hari pertama dibuka pendaftaran salah satu bakal calon sudah memasukan berkas sebagai calon Wakil Bupati yakni Jefri The. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut