Aksi Dengan Lakban Mulut, Samurai Beri Kado 8 Tuntutan Rakyat Morotai ke DPRD

  • Bagikan
Aksi Samurai dengan melakban mulut dan spanduk bertuliskan 'DPRD Lama Racun, Yang Baru Apa..? (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Aksi Mahasiswa untuk Rakyat Indonesia (Samurai) Distrik Unipas Morotai, melakukan unjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Morotai. Aksi Samurai itu tak biasanya dilakukan oleh elemen mahasiswa lain karena dengan cara berbeda yakni menutup mulut dengan lakban.

Aksi menutup mulut dengan lakban itu bagian dari strategi dalam rangka menyerahkan kado spesial kepada 20 anggota DPRD yang baru dilantik di ruang aula DPRD, Senin (4/11/2019).

Berdasarkan amatan KabarMalut, saat acara pelantikan dimulai di dalam kantor Bupati, puluhan mahasiswa yang menggunakan kaos hitam membawa bendera dan spanduk yang bertuliskan ‘DPRD Lama Racun, Yang Baru Apa..?’ itu langsung berkumpul di depan pintu masuk kantor DPRD dengan mulut yang tertutup.

“Karena kami tidak bisa masuk, maka kami minta 20 anggota DPRD bisa menemui kami, karena kami akan kasih kado istimewa pada momen pelantikan DPRD kali ini,” ucap Andri Hasan selaku Koorlap Aksi.

Salah satu Anggota DPRD Pulau Morotai, Fadli Djaguna menemui massa aksi dan menerima Kado Tuntutan Rakyat (Foto: Fizri/KabarMalut)

Kado ini bukan seperti kado biasa pada hari ultah atau acara lainnya, tapi kado itu berisi 8 tuntutan rakyat yang harus wajib dikerjakan oleh 20 anggota DPRD Pulau Morotai.

“Kado itu berisikan 8 tuntutan rakyat yakni, naikan harga komoditi, tuntaskan air bersih, tolak perampingan sekolah, stop pembebasan lahan, tolak dan cabut izin pertambangan, pemerataan fasilitas nelayan, ciptakan petani produktif dan ekonomis dan hentikan proyek reklamasi,” tegasnya.

Hanya saja, dari 20 anggota DPRD itu, hanya satu orang saja yang keluar dan menemui puluhan mahasiswa itu, yakni, Fadli Djaguna dari Partai Amanat Nasional (PAN). Fadli melihat ada sekumpulan mahasiswa berdiri di halaman DPRD, sehingga dirinya langsung berinisiatif keluar dan menerima kado istimewa yang berisi tuntutan masyarakat Morotai tersebut.

Fadli yang saat itu keluar dengan jas serba hitam itu berterima kasih kepada Samurai lantaran masih konsisten dengan perjuangan rakyar.

“Terima kasih teman-teman yang masih konsisten berjuang bersama rakyat, semoga 8 poin tuntutan itu menjadi PR wakil rakyat, dan saya akan perjuangkan apa yang menjadi tuntutan rakyat. Sebagai wakil rakyat  tugas kami untuk menyelesaikan masalah yang kalian suarakan dan kami juga akan memberikan yang terbaik sesuai dengan amanah yang sudah dipercayai oleh rakyat sampai kami dilantik pada hari ini,” ucap Fadli di tengah-tengah massa aksi. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut