APBD 2020 Halsel Disepakati Turun

  • Bagikan
Penyerahan nota kesepakatan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2020 (Foto: Dahbudin/KabarMalut)

LABUHA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), menyepakati Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2020  sebesar Rp 1.510.790.229.000 atau turun sebesar 2,82 persen dibandingkan dengan tahun anggaran 2019.

Dalam rincian Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun anggaran 2020, Pendapat Asli Daerah (PAD) disepakati sebesar Rp.100.416.080.000 terdiri dari pajak daerah disepakati sebesar Rp 50.975.000.000, retribusi daerah sebesar Rp 20.109.500.000 dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sebesar Rp 28.831.580.000.

Sementara pendapat yang bersumber dari dana perimbangan pada tahun anggaran 2020 disepakati sebesar Rp 1. 155.057.064.000 terdiri dari, Dana Bagai Hasil (DBH) pajak dan bukan pajak disepakati sebesar Rp 41.406.855 (Empat belas miliar empat enam puluh juta delapan ratus lima puluh lima ribu), Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 784.723.507.000, sedangkan Dana Alokasi Khusus (DAK) disepakati sebesar Rp 328.926.702.000.

Lain-lain pendapat yang sah disepakati sebesar Rp 255.317.085.000 terdiri dari, pendapat hiba sebesar Rp 33.548.400.000, Dana Bagi Hasil (DBH) pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya sebesar Rp 22.635.921.000, dana penyesuaian dan otonomi khusus sebesar Rp 199.132.760.000.

“Dengan demikian secara keseluruhan pendapatan daerah pada tahun anggaran 2020 disepakati sebesar Rp 1.510. 790.229.000 atau turun sebesar 2, 82 persen,” sebut Bupati Halsel, Bahrain Kasuba dalam pidatonya di hadapan anggota DPRD di ruang paripurna, Selasa (5/11/2019).

Selanjutnya pada struktur belanja daerah pada tahun anggaran 2020 disepakati sebesar Rp 1.494.363.386.600 atau mengalami penurunan sebesar 11,76 persen dibanding tahun 2019. Pada belanja tidak langsung disepakati sebesar Rp 713.246.903.710 atau mengalami kenaikan sebesar 4,74 persen, sedangkan belanja langsung pada tahun anggaran 2020 disepakati sebesar Rp 781.116.482.890 atau turun sebesar 23,81 persen dari tahun sebelumnya.

“Dengan demikian perbandingan presentasi belanja langsung dan tidak langsung adalah 52 persen berdandingan 48 persen,” ujar Bahrain.

Selanjutnya kata Bahrain, penerimaan pembiayaan pada tahun 2020 disepakati sebesar Rp 25.004.840.850 yang berasal dari perkiraan silpa tahun sebelumnya dan penerimaan pinjaman daerah.

“Sedangkan pengeluaran pembiayaan disepakati sebesar Rp 41.431.683.250 yang terdiri  dari, penyertaan modal pemerintah daerah sebesar Rp 7.000.500.000 dan pembayaran pokok hutang sebesar Rp 33.931.683.250,” pungkas Bahrain. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut