Baru Dibangun dan Rusak, Jalan Lapen di Loloda Mulai Dilirik Kejati

  • Whatsapp
Kondisi jalan Lapen dari Desa Dama ke Desa Cera, Kecamatan Loloda Kepulauan yang mulai rusak (Foto: Istimewa)

TERNATE – Proyek pekerjaan peningkatan struktur jalan (Lapen) dari Desa Dama ke Desa Cera, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), diduga bermasalah. Proyek yang dikerjakan oleh PT Cipta Aksara di tahun anggaran 2017 dengan menghabiskan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 18,7 miliar di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara itu, mulai mengalami kerusak meski usianya baru dibangun 2 tahun.

Kasi Penkum Kejati Malut, Apris Risman Ligua mengaku telah mendapat informasi tentang kondisi pekerjaan jalan sepanjang sekira 3 kilo meter tersebut. Dimana, sebagian fisik badan jalan yang dibangun sejak 2017 itu, kini dalam kondisi telah rusak.

“Kami sudah dapat informasi itu bahkan dokumentasi berupa foto terhadap jalan itu sudah kami terima,” kata Apris kepada KabarMalut, Rabu (6/11/2019 ).

Kendati demikian, juru bicara Kejati ini mengaku penyidik belum melakukan proses penyelidikan atas dugaan proyek yang bermasalah tersebut. Sebab sejauh ini pihaknya baru menerima informasi.

“Kami baru dapat informasi dan laporan resmi ke kami juga belum ada. Jadi kami belum lakukan penyelidikan,” ujarnya.

Namun, lanjut Apris, bila dugaan kasus itu telah dilaporkan secara resmi ke Kejati maka akan tetap diproses.

“Intinya kami akan proses jika sudah ada laporan resminya, dan proyek itu juga kami sudah monitoring,” tandasnya. (*)

Pos terkait