Jadi Otak Pembunuhan, Ibu dan Anak Ini Ditahan Kejari Ternate

  • Whatsapp
Suzanna The dan Hendri Gorda saat menjalani pemeriksaan di Kejari Ternate (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Seorang ibu dan anaknya di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, sekira pukul 15:00 WIT ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate, atas kasus pembunuhan. Kedua tersangka yakni Suzanna The (ibu) dan Hendri Gorda (anak) diduga menjadi otak pembunuhan pemilik Toko Citra Indah Furniture, Titi Gorda yang tak lain adalah suami atau ayah dari tersangka Hendri.

Penahanan dilakukan setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) menerima penyerahan tahap dua berkas dan barang bukti dari penyidik Polres Ternate. Sebelum ditahan, kedua tersangka menjalani pemeriksaan selama 4 jam yakni mulai pukul 11:00 WIT hingga pukul 15:00 WIT.

Muat Lebih

Kasi Pidum Kejari Ternate, Pardi Muthalib mengatakan kasus pembunuhan yang menarik perhatian publik ini penanganya menguras waktu cukup lama, sejak Minggu (15/3/2015) dan kini telah tuntas berkasnya.

“Kami banyak pelajaran dalam kasus ini, apa saja yang disiapkan sesuai persyaratan berkas formil dan materil itu semua harus disiapkan. Jadi hari ini kasus tersebut resmi dilakukan tahap dua,” kata Pardi kepada KabarMalut, Kamis (7/11/2019).

Bahkan Jaksa yang sebelumnya menangani kasus ini telah lama pindah tugas, dan kini berhasil diselesaikan. Selanjutnya akan dilakukan pelimpahan berkas ke Pengadilan Negeri (PN) untuk proses persidangan.

“Kedua tersangka ditahan selama 20 hari kedepan, masing-masing di Lapas Kelas IIA Kelurahan Jambula dan Lapas Pemasyarakatan Perampuan (LPP) Kelas IIB Kota Ternate,” terangnya.

Kedua tersangka dijerat pasal 340 atau Pasal 338 jo pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman kurang lebih 5 tahun penjara.

Sementara itu, Kuasa Hukum Kedua Tersangka, Fahrudin Maloko mengatakan klienya tidak bersalah, sehingga menyerahkan ke proses hukum selanjutnya untuk pembuktian.

“Upaya yang bakal dilakukan nanti di persidangan, yang pasti kami berkeyakinan bahwa klien kami tidak bersalah dalam keyakinan itu nanti di waktu persidangan baru lihat,” terang Fahrudin.

Bahkan kedua tersangka sangat koperatif di tingkat penyelidikan hingga penyidikan tidak pernah ada upaya-upaya mempersulit penyidik.

” Yang intinya nanti di persidangan kita lihat hasilnya seperti apa, namun kami berkeyakinan mereka tidak bersalah dan semua bakal dikembalikan di persidangan,” pungkasnya. (*)

Pos terkait