Kejari Datangkan Tim Ahli Untuk Hitung Selisih Pekerjaan Kantor Kemenag Ternate

  • Whatsapp
Kasi Pidsus Kejari Ternate, Adri Eddyanto Pontoh (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate kembali melakukan penyidikan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran proyek pembangunan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ternate tahap II tahun 2014 senilai Rp 309.920.551 dengan tersangka Direktur Utama (Dirut) PT Karbala Pratama berinsial UD. Tim ahli didatangkan untuk mengitung selisih volume pekerjaan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Ternate, Adri Eddyanto Pontoh mengatakan untuk melakukan pembobotan, penyidik mendatangan Tim Ahli Poltek dari Manado guna menghitun selisih volume pekerjaan. Jika ditemukan ada selisih, selanjutnya penyidik meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kembali audit kerugian atas selisih tersebut.

Muat Lebih

” Waktu pertama dari hasil audit rutin BPK sudah dikembalikan oleh yang bersangkutan dalam hal ini adalah rekanan. Sementara kami datangkan tim ahli untuk membobot fisik secara teknis didapat lagi ada beberapa selisih di luar dari temuan BPK,” kata Adri kepada KabarMalut, Rabu (6/11/2019).

Lebih lanjut kata Adri, pihaknya bakal meminta bantuan kepada BPKP untuk menghitung kembali jika ada kerugian lagi, namun yang jelas selisih terdapat lagi diluar dari audit rutin BPK yang sudah dikembalikan.

Sekedar diketahui, tersangka Dirut PT Karbala Pratama berinisial UD dalam kasus ini dijerat dengan pasal 32, UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (*)

Pos terkait