14 Hari Operasi, Polda Malut Tilang 10.808 Pelanggar

  • Whatsapp
Sat-Lantas Polres Ternate saat menggelar Operasi Zebra Kie Raha 2019 (Foto: Yasim /KabarMalut)

TERNATE – Hanya dalam kurun waktu 14 hari melaksanakan Operasi Zebra Kieraha 2019, yakni mulai 23 Oktober hingga 5 November, Direktorat Lalu Lintas (Dit-Lantas) Polda Maluku Utara (Malut) dan Satuan Lalu Lintas (Sat-Lantas) Polres, berhasil menilang 10.808 pelanggar lalu lintas. Jumlah ini mengalami peningkatan 139 persen, jika dibandingkan dengan Operasi Zebra Kieraha 2018 lalu.

Direktur Lantas Polda Malut, Kombes Pol Abrianto Pardede mengatakan dari 10.808 pelanggar, untuk jumlah teguran sebanyak 1.630. Jumlah teguran juga mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2018 yang hanya sebanyak 1.420 pelanggar atau mengalami peningkatan 15 persen.

Muat Lebih

“Dari jumlah tilang dan teguran selama Operasi Zebra 2019, Ditlantas dan Satlantas di jajaran menjaring kurang lebih 12.438 pelanggar, baik tilang maupun teguran,” kata Abrianto kepada KabarMalut, Senin (11/11/2019).

Direktur Lantas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Abrianto Pardede (Foto: Yasim/KabarMalut)

Jumlah pelanggaran dalam Operasi Zebra ini mengalami peningkatan yang signifikan, jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu yang hanya mencapai diangka 5.938 perkara.

“Pelanggaran yang paling didominasi adalah pelanggaran tidak menggunakan helm SNI dengan jumlah 4.684 pelanggar, pelanggaran surat-surat dengan jumlah sebanyak 3.631 pelanggar, melawan arus sebanyak 519 pelanggar, pengedara dibawah umur sebanyak 198 perkara dan pelanggaran lain-lain sebanyak 747 perkara,” akunya.

Sementara jenis kendaraan yang ditilang masing-masing kendaraan roda dua sebanyak 9.760 kendaraan, mobil penumpang 636, bus 83, mobil barang 311, kendaraan khusus sebanyak 18 unit.

“Untuk provesi pelanggaran paling banyak didominasi oleh karyawan swasta dengan jumlah 5.776 dan pelajar/mahasiswa sebanyak 1.628, PNS 1.351 serta supir 482 maupun lain-lain 1.558, dengan usia dari 21 hingga 25 tahun,” tuturnya.

Polda Malut juga mencatat angka kecelakaan selama Operasi Zebra Kieraha 2019 berlangsung di jalan raya mengalami peningkatan 10 kasus dengan provesi karyawan swasta sebanyak 6 kasus dan 2 kasus PNS serta 2 kasus lainya dari kalangan pelajar maupun mahasiswa.

“Laka-lantas ini paling banyak terjadi di Halmahera Utara (Halut),” tuturnya.

Dari 12.438 perkara pelanggaran selama Operasi Zebra, pelanggaran paling banyak dijaring oleh Polres Ternate dengan jumlah sebanyak 2.392 pelanggar dan Dit-Lantas Polda Malut sebanyak 1.492 pelanggar. Sedangkan pelanggar paling sedikit ada di Polres Halmahera Tengah (Halteng) sebanyak 549 pelanggar.

“Kepada masyarakat saya mengimbau untuk tetap mematuhi peraturan yang ada, karena satu pelanggaran di jalan raya bisa berakibat fatal bagi diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya. (*)

Pos terkait