Kapolda Malut Pastikan Korban Demo Tolak RUU KUHP Tak Ditembak

  • Whatsapp
Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Suroto (Foto: Yasim /KabarMalut)

TERNATE – Kapolda Maluku Utara (Malut), Brigjen Pol Suroto memastikan salah satu mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate atas nama Sugianto A Hanafi yang menjadi korban saat mengikuti aksi demo penolakan RUU KUHP di depan kantor DPRD Kota Ternate, Rabu (25 /9) lalu, tidak ditembak atau terkena selongsong peluru gas air mata.

Suroto mengaku kepastian ini setelah pihaknya memeriksa sejumlah sakti termasuk saksi ahli, yang hasilnya tak mengarah korban terkena tembakan selongsong peluru gas air.

Muat Lebih

“Korban sementara masih di Makassar dan sudah selesai operasi, dan sudah bisa memberikan keterangan, tetapi dia juga tidak bisa memberikan keterangan pasti penyebab lukanya karena apa. Tim telah melakukan pemeriksaan ahli yakni dokter terkait dengan insiden tersebut, dan dalam keterangan ahli hanya menyampaikan bahwa luka korban karena hantaman benda tumpul, bukan karena terkena peluru,” kata Suroto kepada wartawan, Senin (11/11/2019).

Jendral bintang satu ini menambahkan, saksi ahli hanya menyampaikan korban terkena benda tumpul namun tak bisa disimpulkan benda dimaksud.

“Dokter di Makassar hanya menyampaikan itu, karena benda tumpul saja dan tidak menyampaikan secara spesifik itu benda apa, yang pasti bukan karena peluru,” tegasnya.

Semantara itu, Kabid Propam Polda Malut, AKBP Susanto menambahkan dalam kasus tersebut pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 55 saksi, baik Polisi, mahasiswa, masyarakat dan pihak korban.

“Kalau terkait dengan peluru gas air mata yang diserahkan dari mahasiswa ke Polisi itu, tidak tahu dari mana, yang jelas peluru itu masih dalam bungkusan plastik, artinya belum terpakai,” akunya.

Maka dari itu dapat disimpulkan korban aksi di depan gedung DPRD Kota Ternate beberapa bukan karena luka tebak tetapi karena hantaman benda tumpul. Setelah hasil pemeriksaan disimpulkan, maka pengusutan kasus ini dianggap berakhir atau telah dihentikan penyelikannya.

“Sudah bisa kita pastikan, dan proses selanjutnya kasus ini dianggap selesai,” pungkasnya. (*)

Pos terkait