Ketua Bawaslu Malut Minta Teliti Administrasi Peserta Panwascam

  • Bagikan
Ketua Bawaslu Maluku Utara, Muksin Amrin saat menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Bawaslu Kabupaten/Kota (Foto: Istimewa) 

LABUHA – Ketua Bawaslu Maluku Utara (Malut), Maksin Amrin menegaskan kepada seluruh Bawaslu di kabupaten/kota agar melaksanakan tahapan rekrumten Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) pada pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah tahun 2020 di masing-masing daerah, sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Pokja Penerimaan Panwascam diminta teliti melihat domisili dari peserta calon Panwascam.

“Jadi peserta calon itu harus berasal dari kecamatan itu. Kalaupun terjadi kekurangan pelamar bisa diterima dari kecamatan lain,” kata Muksin di hadapan peserta Rapat Koordinasi Bawaslu delapan kabupaten/kota yang hadir, Kamis (14/11/2019).

Selain itu, Muksin berharap Pokja juga jangan menyusahkan peserta calon Panwascam dari sisi administrasi. Muksin mencontohkan, administrasi keterangan bebas narkotik itu bisa dikeluarkan pihak rumah sakit umum daerah setempat.

“Peserta dari Taliabu dan Sula (Kepsul) itu sangat jauh kalau ke BNN di Ternate, makanya bisa dikeluarkan oleh pihak rumah sakit di sana. Dan paling penting surat keterangan belum dipidana dari pengadilan juga penting, itu harus ada,” sebut Muksin.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Halmahera Selatan (Halsel), Kahar Yasin menegaskan, Panwascam dan PPK yang bernah dipecat tidak diakomudir. Apalagi persyaratannya ada surat keterangan dari pihak Pengadilan Negeri terkait belum dipidana. Sementara untuk ASN harus ada izin dari atasan langsung dengan dibuktikan surat dari pimpinan pada saat pendaftaran.

“Sementara surat keterangan mundur dari jabatan jika sudah terpilih,” ucap Kahar.

Kahar menyebutkan, kesiapan untuk pelaksanaan tes CAT nanti, Bawaslu akan berkoordinasi dengan Pemkab Halsel terkait fasilitas komputer. Terkait waktu pelaksanaan tes nanti pihaknya berencana melakukan satu hari enam sesi tes.

“Kita usahakan pelaksanaan tesnya tidak memakan waktu lama,” cetus Kahar.

Ditambahkan Kordiv Asman pada saat seleksi antara tidak ada istilah titipan dari organisasi manapun. Karena semua proses tesnya melalui CAT. Tujuan CAT ini menghindari kecurangan lewat titipan dari organisasi maupun pihak manapun.

Asman juga menjelaskan, pelaksanaan pendaftaran dijadwalkan pada tanggal 27 November 2019 mendatang.

“Tahapan selanjutnya verifikasi dan penelitian berkas, setalah itu baru dilakukan tes,” ujar Asman. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut