Polda Malut Gelar Operasional Triwulan III

  • Bagikan
Gelar Operasional Triwulan III tahun 2019 dengan tujuan untuk menciptakan Pemilukada 2020 di wilayah Maluku Utara yang aman dan damai (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Polda Maluku Utara (Malut) melakukan gelar Operasional Triwulan III tahun 2019 dengan tujuan untuk menciptakan Pemilukada 2020 di Wilayah Malut yang aman dan damai. Gelar oparasi yang dihadiri seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Malut dan Polres jajaran yang berlangsung di Royal dan Resto, Rabu (20/11/2019).

Wakapolda Malut, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari mengatakan, gelar operasional yang dilakukan tersebut telah diolah dilakukan pemaparan situasi dan kondisi di wilayah hukum Polda Malut melalui Kapolres jajaran, meskipun belum semua Kapolres melakukan pemaparan dalam gelar operasional tersebut, pihaknya dapat mengambil kesimpulan bahasa situasi dan kondisi di wilayah Malut masih akan aman dan damai terutama sebelum maupun sesudah Pemilu.

“Sesuai pemaparan beberapa Kapolres tadi, bisa kita simpulkan bahwa situasi masih dalam toleransi kota semua yang artinya masih aman dan terkendali,” kata Lukas kepada wartawan.

Wakapolda Maluku Utara, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari (Foto: Yasim/KabarMalut)

Orang nomor dua di Mapolda Malut menambahkan meskipun dalam pemaparan Kapolres situasi di Malut masih aman dan kondusif sebelum dan pasca Pemilu 2020, namun untuk wilayah Halmahera Barat (Halbar) dan Halmahera Utara (Halut) permasalahan tapal batas 6 desa masih menjadi potensi. Meski begitu dirinya mengaku, potensi batas wilayah enam desa Halut dan Halbar tersebut sejauh ini masih dilakukan pengawalan oleh anggota-anggota di wilayah masing-masing.

“Masalah 6 desa ini harus kita kelola dengan baik dan peran pemerintah sangat diharapkan,” terangnya.

Dengan pemaparan Kapolres tentang wilayah masing-masing tersebut kata Wakapolda, saat ini pihaknya telah menyiapkan beberapa personel yang siap melakukan pengamanan atau BKO di wilayah-wilayah yang sudah dipetakan termasuk di wilayah enam desa tersebut.

“Pada intinya pengamanan kota tidak akan hanya terfokus pada enam desa saja tetapi semua Polres termasuk Polres terluar di wilayah Malut,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut