Selokan Tersumbat, Desa Matui Kena Dampak Banjir

  • Bagikan
Selokan yang tersumbat mengkibtakan damapk banjir di Desa Mutui (Foto: Surahman/KabarMalut)

JAILOLO – Sungguh ironis nasib warga Desa Mutui, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), yang berada di dataran rendah, bertahun-tahun harus bertahan hidup dengan mengungsi dikala musim hujan. Pasalnya jika banjir besar turun dari pengunungan, tidak bisa mengalir ke laut karena selokan yang berada dibawah badan jalan tersumbat karena terlalu kecil.

Salah satu masyarakat Desa Mutui, Man mengatakan saat musim penghujan dan bertepatan dengan air laut pasang, maka terjadi banjir di desa Mutui hingga masuk ke pemukiman warga.

“Hal ini acap kali terjadi dan sepuluh rumah yang berada di dataran rendah harus tergenang air,” kata Man kepada wartawan, Rabu (20/11/2019).

Senada, Sekdes Mutui, Faldi mengatakan dampak yang terjadi pada desa Mutui yaitu banjir, karena jalan yang ada dari tikungan memasuki pelabuhan terdapat selokan dibawah badan jalan dengan ukuran yang cukup kecil, jumlahnya sekitar empat selokan, akibat terlalu kecil selokan-selokan ini tersumbat sehingga pada saat musim hujan air tidak bisa mengalir keluar.

“Apalagi bertepatan air laut pasang, hingga berulangkali mengakibatkan banjir, karena air meramban naik ke desa, ada sepuluh rumah yang terkena banjir dan hampir rata-rata mengungsi,” terangnya.

Warga berharap kepada pemerintah daerah bisa menindak lanjuti masalah ini, agar bisa menambah saluran di samping jalan, supaya air tidak naik ke desa.

“Air dari gunung menuju laut itu deras, karena selokannya hanya tiga maka sering tersumbat,” tegasnya.

Terpisah Kadis PU-PR Halbar, Muhammad Yusuf dikonfirmasi terkait dengan selokan yang tersumbat sehingga terjadi luapan di Desa Matui tersebut membenarkan telah mendapat keluhan dari warga.

“Iya pihak desa sudah koordinasikan ke kami, dan kami akan usulkan di tahun depan, kami upayakan sesuai anggaran yang ada,” akunya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut