Polda Malut Terus Selidiki SPPD Fiktif Setda Haltim

  • Bagikan
Direktur Reskrimsus Polda Maluku Utara, AKBP Alfis Suhaili (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit-Reskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut), terus menyelidiki kasus dugaan korupsi anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di Bagian Umum dan Perlengkapan Sekertaris Daerah (Setda) Kabupaten Halmehara Timur (Haltim) senila Rp 1,5 miliar tahun 2016. Jika ditemukan alat bukti yang kuat, maka bakal naik status dari penyelidikan ke penyidikan.

“Jika kasus tersebut ada indikasi cukup bukti maka penyidik bakal tingkatkan ke penyidikan terkait kasus SPPD fiktif,” kata Direktur Reskrimsus Polda Malut, AKBP Alfis Suhaili kepada KabarMalut, Minggu (24/11/2019).

Penyidik bakal meminta klarifikasi di semua pihak, sekalian langsung melakukan pemeriksaan dokumen-dokumen yang ada.

“Kasus SPPD fiktif Haltim, Polisi bakal meminta klarifikasi di semua pihak-pihak yang terkait kasus tersebut,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, kasus dugaan SPPD fiktif ini  berdasarkan hasil temuan BPK Provinsi Malut tahun anggaran 2016  yang  merugikan daerah senilai Rp 1,2 miliar. Dalam kasus ini tercantum juga menyeret nama Sekda Haltim Moh Abdu Nasar. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut