Cegah Pernikahan Dini, Kemenag Pulau Morotai Bakal Sosialisasi Perubahan UU Perkawinan

  • Bagikan
Kepela Kemenag Pulau Morotai, Hasyim Hi Hamzah (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Guna mencegah terjadinya pernikahan dini terhadap anak yang tercatat masih dibawah umur,  Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pulau Morotai menjadwalkan bakal melakukan sosialisasi Undang-Undang (UU) nomor 15 tahun 2019 tentang perubahan atas UU nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan.

Kepala Kemenag Pulau Morotai, Hasyim Hi Hamzah mengatakan sosialisasi yang akan dilakukan merupakan tindak lanjut atas persetujuan bersama antara DPR dan Pemerintah untuk perubahan. Dimana mulai tanggal 16 Oktober 2019, usia pernikahan merujuk kepada UU nomor 15 tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan pasal 7.

Pada perubahan atas UU tersebut, perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun, dan dalam hal terjadi penyimpangan terhadap ketentuan umur sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yakni orang tua pihak pria dan atau orang tua pihak wanita dapat meminta dispensasi kepada pengadilan dengan alasan sangat mendesak disertai bukti-bukti pendukung yang cukup.

“Untuk urusan pernikahan selama ini, saya menganjurkan kepada Kantor Urusan Agama (KUA) agar selalu melaksanakan perkawinan dengan aturan yang berlaku, yang berpedoman dengan UU nomor 15 tahun 2019 tentang perubahan atas UU nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan,” ungkap Hasyim saat ditemui KabarMalut, Selasa (26/11/2019).

Menurutnya, saat ini masih ada masyarakat yang ingin menikahkan putra atau putrinya, meski masih dibawah umur yang telah diamanahkan oleh UU. Fenomena pernikahan dibawah umur telah menjadi tantangan buat semua pihak, untuk itu atas perubahan UU yang menikah harus usia 19 tahun, baik perempuan maupun laki-laki. Sehingga Kemenag Kabupaten Pulau Morotai akan melakukan sosialisasi agar para anak-anak yang belum cukup usia menikah, untuk menghindari adanya pernikahan dibawah umur.

“Sosialisasinya dilaksanakan di Madrasah hingga sekolah-sekolah umum, serta memberdayakan KUA untuk selalu turun di masyarakat, dalam satu tahun ini kami akan memberikan tanggung jawab kepada pembantu penghulu di setiap desa untuk menyampaikan ke masyarakat pada saat Jumat, selain itu kami juga ada safari Jumat dengan 2020 insya Allah akan berjalan normal,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut