Disperindagkop Haltim Diminta Laporkan Pencurian Lampu Jalan ke Polisi

  • Bagikan
Tokoh Pemuda Halmahera Timur, Taufik Husen (Foto: Hasrul/KabarMalut)

MABA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Halmahera Timur (Haltim) diminta untuk melaporkan hilangnya puluhan akumulator (Aki) lampu jalan di kawasan pemerintahan kepada pihak Kepolisian.  Hal itu dinilai efektif, dibandingkan pengusutan secara internal oleh Disperindagkop.

Tokoh Pemuda Haltim, Taufik Husen mengatakan upaya yang dilakukan oleh internal Disperindagkom dinilai naif dan tidak efektif, karena hanya menyita banyak waktu sehingga kepastian penanganan tidak pasti.

“Ini sudah harus diserahkan ke ranah hukum, masa ditelusuri secara internal, bagi saya kasus ini murni pidana sehingga penanganannya harus secara profesional melalui pihak Kepolisian,” kata Taufik kepada KabarMalut, Rabu (4/12/2019).

Dikatakan, penegak hukum punya strategi tersendiri dalam melakukan pengungkapan setiap laporan masyarakat, sehingga dipastikan kasus pencurian lampu jalan yang merugikan uang negara ratusan juta atau miliaran rupiah tersebut bisa terungkap.

“Contoh kasus seperti di Dinas Pariwisata, pencurian sejumlah aset Pulau Plun, bisa diungkap pihak Kepolisian, maka kasus semacam ini sebenarnya sudah harus dipercayakan kepada Polisi,” terangnya.

Dirinya juga menegaskan kasus tersebut harus diungkap pelakunya agar kedepan kejadian semacam ini tidak lagi terjadi dan merugikan pemerintah daerah serta masayarakat Haltim.

“Jika dibiarkan, maka ini akan terus terjadi, di tengah pemerintah sedang membangun daerah agar lebih baik dan bisa dinikmati, justeru kita terpuruk karena perilaku oknum-oknum tertentu semacam ini, apalagi kejadian ini sangat berimplikasi dengan penataan ruang publik yang setiap saat dinikmati masyarakat seperti taman Woyogula, Bundaran dan beberapa spot yang saat ini sedang dibangun pemerintah,” ungkapnya.

Sekretatis PAC PDIP Maba Tengah itu juga menampik upaya pengadaan lampu jalan baru oleh Disperindagkop Haltim sebanyak 250 titik di Kota Maba tahun 2020 mendatang. Dimana dirinya meminta agar kasus ini diselesaikan terlebih dahulu.

“Pengadaan bisa saja, tetapi kasus ini harus diungkap, kita mau pengadaan 1.000 titik juga kalau perilaku para oknum ini tidak diungkap sama saja, karena akan hilang lagi, kita usul lagi hilang lagi. Ini kan merugikan daerah, lampu yang harusnya bisa dipasang titik-titik lain sudah tidak bisa karena setiap tahun kita hanya mengganti lampu yang selalu dicuri,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut