Sering Hirup Lem Eha-Bond, Warga Ngidiho Ditemukan Tidak Bernyawa

  • Bagikan
Korban Jumati Tolori yang tewas diduga sering menghirup lem Eha-Bond (Foto: Istimewa)

TOBELO – Seorang warga DesaNgidiho Kecamatan Galela Barat Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Jumati Tolori (25) sekira pukul 10:30 WIT tadi, ditemukan warga dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah kebun dalam posisi tengkurap. Korban diduga kuat meninggal akibat menghirup lem Eha-Bond.

Kasubag Humas Polres Halut, Aiptu Hopni Saribu mengaku mendapat laporan adanya penemuan mayat di Desa Ngidiho Kecamatan Galela Barat atas nama Jumati yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Korba memiliki kebiasaan menghirup atau menghisap lem Eha-Bond sejak lama.

“Korban mulai menghirup lem Eha-Bond sejak korban masih berusia belasan tahun,” kata Hopni saat dikonfirmasi KabarMalut, Selasa (10/12/2019).

Hopni mengatakan berdasarkan keterangan saksi Anwar Gafur dan Jakaria Budiman, keduanya saat itu berada di rumah kemudian datang beberapa orang anak kecil dan memberitahukan bahwa ada setan di bawa pohon pisang. Merasa penasaran lalu mendatangi Tempat Kejadian Perkara yang berada dekat rumah kedua saksi maupun korban dan melihat ada sesosok mayat yang dalam posisi tengkurap.

“Kedua saksi langsung memanggil kakak korban, kemudian kakak korban dan kedua saksi mendatangi TKP dan pada saat tiba di TKP, kakak korban kemudian memeriksa korban dan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban namun hanya ditemukan bekas lem Eha-Bond, yang menempel pada mulut korban serta ditemukannya juga 2 kaleng lem Eha-Bond, setelah itu korban langsung diangkat dan dibawah ke rumah,” tuturnya.

Tempat lem Eha-Bond ditemukan warga di TKP (Foto: Istimewa)

Setelah mendapat laporan, sejumlah petugas langsung dikerahkan dan melakukan olah TKP. Sementara pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum atau autopsi, sebab meyakini korban meninggal akibat dari menghirup lem Eha-Bond.

“Karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum atau autopsi, maka dibuatkan surat pernyataan penolakan autopsi dari pihak keluarga korban,” tutupnya.

Sementara kaka korban Masud Tolori mengaku beberapa minggu terkhir ini kondisi korban terlihat tidak sehat akibat sering menghirup lem Eha-Bond. Sehingga sekira empat hari lalu sempat memarahi korban agar berhenti menghirup lem Eha-Bond. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut