Dihantam Ombak, Seorang Bayi Ditemukan Hanyut Tak Bernyawa

  • Bagikan
Korban yang ditemukan warga di perairan laut Desa Galo-Galo Kecamatan Morotai Selatan (Foto: Istimewa)

DARUBA – Cuaca ekstrim yang terjadi di perairan Halmahera Provinsi Maluku Utara (Malut) kembali menelan korban, sebuah longboat bermuatan 5 orang penumpang yang bertolak dari Desa Saluta Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) menuju Desa Saminyamau Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai, sekira pukul 11:00 WIT Selasa (10/12) kemarin dihantam ombak dan terbalik.

Satu korban yang masih bayi yakni Inggrit Makutika (1), dinyatakan hilang dan hanyut terbawa arus. Sementara empat korban lainnya yakni Selsius Djubale (56), Ardiana Tundo (70), Agustina Djubale (20) dan Fino Unya (8) berhasil menyelamatkan diri.

Upaya pencarianpun dilakukan pihak BPBD Pulau Morotai, Marnit Polairud Morotai dan Pos SAR Tobelo. Hasilnya, sekira pukul 14:05 WIT Rabu (11/12/2019), warga Desa Galo-Galo menemukan korban dalam keadaan hanyut dan sudah tak bernyawa (meninggal dunia).

Infomasi yang dihimpun KabarMalut, korban bersama keluarganya naik perahu longboat berangkat dari Desa Saluta menuju ke Desa Pulau Saminyamau, dalam perjalanan kurang lebih satu jam terjadi cuaca ekstrim sehingga korban dan ibunya (Agustina Djubela) terjatuh ke laut. Seketika itu juga, kakek korban Selsius Djubela meloncat dari longboat untuk menyelamatkan korban bersama ibunya, Kakek bersama ibu korban mengangkat korban dan berusaha berenang ke longboat yang ditumpangi.

Namun, karena cuaca yang begitu ekstrim sang kakek menyuruh ibu korban berenang ke longboat, sementara kakek berenang sambil mengangkat korban, tak lama kemudian karena kelelahan dan tanpa sadar korban sudah tidak ada digenggaman kakek.

Keluarga korban tetap berusaha mencari korban dengan menggunakan longboat melakukan pencarian, sayangnya usaha korban tak membuahkan hasil, pantang menyerah keluarga korban menuju ke Desa Saminyamau untuk meminta pertolongan warga setempat.

Warga kemudian menghubungi pihak BPBD, Polairut bersama nelayan setempat melakukan pencaharian laut tempat korban dinyatakan hilang tapi hasilnya nihil. Kemudian, Rabu (11/12) jasad korban ditemukan di perairan Desa Galo-Galo tapi sudah tak bernyawa.

Jasad korban saat ditemukan hanyut (Foto: Istimewa)

Kades Galo-Galo, Jaohar Hi Sudin saat dikonfirmasi membenarkan telah temukan mayat yang masih bayi diperairan desa yang dipimpinnya.

“Ada warga saya yang mau panen agar-agar (rumput laut) pas sampe di tempat agar-agar dia meliahat ada bayi terapung di atas laut  bayi itu umurnya sekitar 1 tahun 14 hari, pas dia melihat bayi terapung itu dia tidak langsung angkat kebetulan ada 1 bodi (longboat) mendekati korban terus dia sandar ke bayi ini jangan sampai dia terbawa arus makanya dia kawal terus sambil minta tolong warga,” ungkap Jaohar.

Setelah memastikan yang dilihat itu adanya temuan seorang bayi yang terapung, warga yang hadir melihat langsung kejadian tersebut langsung mengangkut jasad bayi dan dibawa ke rumah Kades.

“Langsung dibawah ke rumah saya, jadi saya langsung telepon Kepala Desa Saminyamau, untuk memastikan mayat bayi yang hilang, Kepala Desa Saminyamau dengan keluarga langsung ambil mayat bayi itu dan sudah dibawa pulang ke tempat asalnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Ternate Muhamad Arafah mengatakan, setelah menerima informasi dan melakukan koordinasi, sekira pukul 11:30 WIT diberangkatkan satu Tim Rescue Pos SAR Tobelo bergerak menuju LKP dengan menggunakan 1 unit RIB 03 Tobelo untuk melakukan operasi pencarian.

“Team Rescue Pos Sar Tobelo yang sedang melakukan pencarian menerima informasi pukul 14:05 WIT bahwa korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Perairan Desa Galo-Galo Besar oleh Tim SAR Gabungan, 8 NM Arah Timur Tenggara dari LKP duga dan dievakuasi ke Desa Saminyamau,” kata Arafah.

Tim Rescue Pos SAR Tobelo bersama Tim SAR Gabungan membantu membawa korban ke rumah duka di Desa Saluta (Foto: Humas Basarnas Ternate)

Sekira pukul 14:06 WIT, lanjut Arafah, Tim Rescue Pos SAR Tobelo bergerak menuju Desa Saminyamau untuk mengecek kebenaran informasi. Tim Rescue kemudian tiba di pelabuhan Desa Saminyamau dan langsung bertemu dengan keluarga korban serta Kepala Desa Saminyamau.

“Dari hasil koordinasi Tim didapatkan bahwa benar korban yang ditemukan adalah korban yang dicari. Tim Rescue Pos SAR Tobelo bersama Tim SAR Gabungan diminta oleh keluarga korban untuk membawa korban ke rumah duka yang berada di Desa Saluta. Sekira pukul 15:55 WIT, Tim Rescue Pos SAR Tobelo bersama Tim SAR Gabungan dan keluarga korban bergerak ke Desa Saluta dan selanjutnya langsung melakukan proses serah terima korban kepada pihak keluarga,” terangnya.

Dengan telah ditemukannya korban, maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur kembali ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut