Demo Ditreskrimsus Polda Malut, Massa Desak Usut Dugaan Korupsi Peningkatan Jalan Manaf-Wainib

  • Bagikan
Pengurus Aliansi Anti Korupsi Anak Sula saat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Ditreskrimsus Polda Maluku Utara (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Sejumlah massa aksi yang mengatas namakan Pengurus Aliansi Anti Korupsi Anak Sula, menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit-Reskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut) menuntut pengusutan kasus dugaan korupsi anggaran peningkatan jalan Manaf-Wainib di Kepulauan Sula (Kepsul) tahun 2018 senilai Rp 1.485.082.797.

Koordinator Lapangan (Korlap) Musil Leko mengatakan meski telah terjadi dugaan pencurian uang rakyat (korupsi) terkait anggaran peningkatan jalan Manaf-Wainib yang diduga fiktif, tetapi penegak hukum khususnya Polda Malut yang menjadi harapan masyarakat, ternyata diam dan menutup mata.

“Kasus tersebut sudah dilapokan ke Polda Malut dengan nomor : Li/02/III/2019/Ditreskrimsus pada tanggal 04 Maret 2019, sampai saat ini belum ada titik terang soal penenganannya. Olehnya itu, patut kita menduga jengan-jangan ada main mata atau kong kali kong antara penyelidik/penyidik dengan orang yang diduga terlibat dalam pekerjaan proyek,” kata Musil dalam orasinya, Rabu (11/12 /2019).

Musil menambahkan, anggaran untuk peningktan jalan Manaf-Wainib yang Dinas Pekerjaan Umum Penataan ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kepsul sepanjang 6,20 KM melalui swakelola tahun 2018, sesuai dengan surat keputusan nomor : 760/ll.a/KPTS/DPUPRPKP KS/[II/2018 tanggal 02 Maret 2018 sebesar Rp 1.485.082.797 dengan menunjuk saudari, Vitalisa Ongirwalu sebagai Ketua Tim Swakelola yang kedudukan sebagai pihak ke II yang turut menandatangani kontrak tersebut. Tetapi sampai sejauh ini proyek peningkatan jalan tersebut tidak pernah diselasaikan.

“Sedangkan anggarannya sudah habis terpakai sehingga negara atau masyarakat mengalami kerugian,” terangnya.

Seharusnya, lanjut Musil, penyidik Polda sudah memanggil pihak-pihak yang terkait, misalnya Vitalisa Ongirwalu selaku Ketua Tim Swakelola untuk dimintai keterangannya terkait dengan laporan yang sudah diterima penyidik Polda, sehingga proses penegakan hukunmya tidak berkesan berjalan di tempat yang bermuara pada perlindungan terhadap pelaku korupsi.

“Kami atas nama Pengurus Aliansi Anti Korupsi Anak  Sula Kota Ternate mendesak kepada Kapolri Republik Indonesia agar memerintahkan Kapolda Malut untuk segera menyelesaikan kasus korupsi di Provinsi Malut dan Kabupaten Kepualaun Sula,” tegasnya.

Dengan menggunakan pengeras suara berupa megafon serta membawa spanduk  bertulisan copot jabatan Kapolda jika tidak menuntaskan kasus jalan Manaf-Wainib, massa mendesak Kapolda Malut Brigjen Pol Suroto untuk segara memerintahkan penyidik agar secepatkammya menindaklanjuti laporan dugaan tindak pidana koruosi peningkatan jalan Manaf-Wainib.

“Kami juga mendesak kepada penyidik Polda yang menengani perkara ini agar menetapkan Vitalisa Onirwalu sebagai tersangka dalam perkara ini dan mendesak kepada Ketua Ombusman  RI Perwakilan Provinsi Malut, agar dapat mengawal kasus dugaan korupsi Proyek Anggaran Peningkatan Jalan Manaf-Wainib tahun 2018 sebesar Rp l.485.082.797 dengan nomor : Li/02/III/2019/Ditreskrimsus pada tanggal 04 Maret 2019,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut