Usut Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan Bandara Oesman Sadik, Penyidik Panggil Kabid Aset Halsel 

  • Bagikan
Kasubdit III Tipikor Dit-Reskrimsus Polda Maluku Utara, Kompol Tri Okta Hendri Yanto (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit-Reskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut), leyangkan surat panggilan terhadap Kepala Bidang (Kabid) Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Halmahera Selatan (Halsel), Etose Lajame.

Pemanggilan terhadap Etose Lajame ini untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan korupsi pembebasan lahan Bandara Udara Oesman Sadik Labuha tahun 2018.

“Beberapa hari kemarin Polisi sudah layangkan surat panggilan klarifikasi terhadap Kabid Asset, hanya saja dalam pemanggilan tersebut Kabid belum sempat datang karena masih ada kegiatan di luar daerah,” ungkap Kasubdit III Tipikor Dit-Reskrimsus Polda Malut, Kompol Tri Okta Hendri Yanto kepada KabarMalut, Senin (16/12/2019).

Karena tidak sempat hadiri, lanjut Tri, penyidik berencana dalam waktu dekat bakal melayangkan surat panggilan kedua terhadap Etose.

“Nanti dalam waktu dekat ini kita bakal panggil kembali undangan klarifikasi, jika dalam pemanggilan tersebut yang bersangkutan tidak hadir Polisi langsung ke Halsel untuk mintai keterangan,” tegasnya.

Tri mengaku dalam penyelidikan kasus ini, sejumlah saksi telah dimintai klarifikasi dan hanya Kabid Aset yang belum memberikan klarifikasi kepada penyidik.

“Utuk pihak-pihak yang lain sudah dimintai klarifikasi, yang belum dimintai klarifikasi Kabid Aset saja,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, pembebasan lahan untuk kepentingan menambah panjang landasan bandara dari 1.650 meter menjadi 2.500 meter dialokasikan anggaran sebesar Rp 6 miliar. Namun anggaran tersebut diduga bermasalah. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut