Tiga Oknum LSM KPPPI Diduga Peras Kapus Saketa Senilai Rp 50 Juta

  • Bagikan
Ketua DPD KPPPI Maluku Utara, Muhammad Saifudin (Foto: Facebook Amat Edet)

LABUHA – Ketua Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) DPD Korps Pemuda Pemudi Indonesia (KPPPI) Maluku Utara (Malut), Muhammad Saifudin alias Amat Edet dan dua pengurus DPC KPPPI Halmahera Selatan (Halsel) yakni Ruslan Abdul dan Hardin Hi Idris diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Puskesmas Saketa Kecamatan Gane Barat, Darmo.

Informasi yang dihimpun, modus yang dipakai M Saifudin cs yaitu menggalang massa untuk melakukan demonstrasi di depan kantor Dinas Kesehatan Halsel dengan tuntutan Kepala Dinas Ahkmad Rajak mengevaluasi Darmo sebagai Kepala Puskesmas Saketa.

Setelah menggelar aksi, M Saifudin cs mengancam Darmo akan melaporkan Darmo ke pihak penegak hukum atas tuduhan penyalahgunaan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Setelah mengeluarkan ancaman, M Saifudin cs melakukan pemerasan kepada Darmo.

Tak tangguh-tangguh M Saifudin cs pun meminta uang senilai Rp 50 juta. Merasa takut karena diancam dan ditekan,  Darmo kemudian memberikan uang Rp 50 juta sesuai permintaan. Uang sebanyak itu diantara langsung Darmo ke Sekretariat KPPPI di jalan Tempat Pembuanganan Akhir (TPA) Desa Marabose pada tanggal 5 Desember 2019 dan diterima langsung M Saifudin bersama dua rekannya itu.

Terkait hal ini, Kepala Puskesmas Saketa, Darmo telah melaporkan dugaan pemerasan dirinya ini ke Polsek Gane Barat.

“Mereka datang ke saya bilang kasih uang Rp 50 juta supaya tidak melakukan demo lagi dan tidak lagi ditulis media. Saya merasa malu nama saya dikorankan, makanya tidak ada pilihan lain jadi saya kasi uang sesuai permintaan mereka,” kata Darmo ketika dihubungi melalui sambungan telepon seluler oleh sejumlah wartawan, Selasa (17/12/2019).

Meras masih kurang uang Rp 50 juta yang diberikan Darmo, M Saifudin kembali menghubungi Darmo meminta tambahan sejumlah uang dengan alasan beberapa anggota LSM yang belum dapat pembagian jatah.

“Saya dihubungi kembali minta tambah uang, katanya ada anggotanya belum dapat,” sebut Damro.

Kabid Intelejen dan Investigasi DPC KPPPI Halsel, Ruslan Abdul alias Lan (Foto: Istimewa)

Sementara Kabid Intelejen dan Investigasi DPC KPPPI Halsel, Ruslan Abdul berkilah bahwa dirinya terlibat menerima uang sejumlah Rp 50 juta dari Darmo dan tidak mengetahui terkait aliran uang Rp 50 juta itu. Ruslan, malah mengahlikan tuduhan bahwa ada oknum Kejaksaan Negeri Halsel yang meminta uang ke Darmo senilai Rp10 juta.

“Saya tidak tahu soal uang Rp 50 juta itu. Kapus ada kasih tahu bahwa ada oknum jaksa yang minta uang Rp 10 juta,” sebut Ruslan.

Sementara informasi yang didapat dari orang dekat M Saifudin, Ruslan Abdul dan Hardi bahwa, M Saifudin menerima Rp 30 juta dan Ruslan alias Lan menerima uang senilai Rp 20 juta, sementara Hardin Hi. Idris yang juga Ketua DPC KPPPI Halsel terima Rp 3 juta.

Ketua DPC KPPPI Halsel, Hardin Hi. Idris (Foto: Istimewa)

Terkait hal ini, Kapolsek Gane Barat, IPTU Mandar A R mengaku belum tahu informasi terkait laporan dari Kepala Puskesmas Saketa Darmo atas dugaan pemerasan yang dilakukan LSM KPPPI M Saifudin cs karena saat ini dirinya berada di Ibu Kota Labuha.

“Saya belum tahu karena ada urusan di Polres di Labuha,” ucap Kapolsek.

Sementara Ketua DPD KPPPI Malut, M Saifudin ketika dikonfirmasi ke nomor pribadinya 08218778xxxx belum tersambung atau berada diluar jangkauan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut