Masuk Ketegori Terbaik, SKPT Morotai Keciprat Bantuan 85 Unit Kapal dari KKP

  • Bagikan
Bupati Pulau Morotai, Benny Laos menyampaikan sambutan pada acara penyerahan 85 bantuan Kapal 3GT di SKPT Pulau Morotai (Foto: Istimewa)

DARUBA – Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara (Malut), menjadi salah satu SKPT terbaik di Indonesia. Kategori terbaik ini merupakan penilaian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, sehingga memberikan bantuan berupa 85 unit kapal 3 GT dilengkapi mesin 15 PK dan alat tangkap.

Kasubdit Pulau-Pulau Kecil dan Terluar Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP RI, Ahmat Aris menyebutkan patut kita bangga karena Pulau Morotai adalah salah satu kabupaten yang dipilih oleh KKP sebagai pengembangan SKPT dari 13 kabupaten yang ada di Indonesia.

Arahan Menteri KKP bahwa SKPT harus dikembangkan minamal satu di setiap provinsi, dari arahan dan evaluasi Morotai menjadi salah satu SKPT yang terbaik, tentu hal ini atas kerja keras Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Benny Laos.

“Di Morotai ini ekspor Tuna harus kita kebangkan karena Morotai ini sangat strategis, produksi Tuna di Morotai bisa mencapai 190 ton perhari, namun saat ini baru 10 ton yang kita capai karena maksimal dengan arma yang ada, itu artinya baru sekitar 5 persen. Tujuan pembangunan SKPT ini adalah untuk membangun proses bisnis Kelautan dan Perikanan yang berbasis masyarakat, supaya terjadinya pertumbuhan ekonomi lokal masyarakat dan peningkatan pendapatan masyarakat,” ungkap Ahmad dalam sambutanya Rabu (18/12/2020).

85 unit kapal 3 GT bantuan KKP untuk SKPT Pulau Morotai (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Bupati Pulau Morotai Benny Laos mengatakan penyerahan bantaun 85 unit kapal ini adalah bukti implementasi dalam program Presiden RI Joko Widodo dengan konsep Nawa Citanya yakni membangun dari pinggiran, negara hadir untuk rakyatnya. Oleh sebab itu, dalam konsep negara hadir untuk rakyatnya ada dua substansi yang harus kita kerjakan, pertama pemerintah selaku regulator dan fasilitator menjalankan fungsinya sebagai pelayan masyarakat, kedua pemerintah bekerja untuk melayani dan memenuhi semua hak rakyat, namun ada satu hal yang harus dijalani oleh rakyak yaitu kewajiban.

“Saya minta komitmen dari semua koperasi perikanan dan masyarakat untuk bekerja dengan jujur dan rajin, karena hari ini pemerintah telah melayani asuransi nelayan dan pemerintah yang membayar iurannya dari 3.562 nelayan Kabupaten Pulau Morotai yang sudah dipenuhi asuransi nelayan sebanyak 2.012 nelayan,” kata Benny.

Semua kebutuhan masyarakat nelayan telah dipenuhi 100 persen mulai dari bantuan Rumah Nelayan, Asuransi Keselamatan, Pendidikan Gratis, Kesehatan Gratis dan lain-lain. Oleh sebab itu, Benny menantang untuk melaksanakan kewajibannya 85 unit kapal ini diberikan ke koperasi dibawa naungan BUMDes.

“Kapal ini bukan milik ketua koperasi tapi untuk koperai. Jadi nelayan bisa bergantian pakai, dalam wakti 3 bulan tidak mencapai target maka kapal saya tarik,” tegasnya.

Untuk meningkatkan daya tangkap, kedepan dari kapal 3 GT akan berpindah ke 5 GT, tahun 2020 Pemda Morotai bakal berusaha memberikan bantuan kapal 5 GT karena jarak tangkap yang dekat dan jauh itu berbeda banyaknya potensi ikan.

Kepala DKP Pulau Morotai, Suriyani Antarani mengaku penyerahan kapal 3 GT bantuak dari KKP untuk SKPT Pulau Morotai sebanyak 85 unit untuk 83 koperasi nelayan yang tersebar di 5 kecamatan. Namun dari 83 koperasi nelayan, baru terdapat 81 nelayan yang menerima bantuan tersebut, karena 2 koperasi lainnya kini masih dalam pengurusan akta notaris koperasi.

“Jadi yang dapat bantuan ini satu koperasi satu, dan ada juga kita lihat dia punya banyak nelayan dan produksinya lebih banyak, kita kasih ada satu dua koperasi yang dikasih dua unit, jadi total bantuan 85 tahun anggaran 2019,” jelas Suryati. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut