Usut Dugaan Korupsi Dana Haornas, Kejari Jadwalkan Periksa Sekda dan Sejumlah Pejabat Kota Ternate

  • Bagikan
Kasi Pidsus Kejari Ternate, Adri E Pontoh (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate, terus melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2018. Penyidik bahkan menjadwalkan bakal memeriksa Sekda Kota Ternate M Tauhid Soleman dan sejumlah pejabat.

Kasi Pidsus, Adri E Pontoh mengatakan selain melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), tim penyelidik Kejari Ternate juga melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate termasuk Sekda M Tauhid Soleman yang juga selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Ternate.

“Pemanggilan terhadap Ketua Tim TAPD Ternate tersebut terkait dengan penyelidikan kasus Haornas 2018 di Kota Ternate. Hanya saja dalam panggilan tersebut dilayangkan untuk diperiksa sebagai saksi pada hari Senin (16/12) itu yang bersangkutan tidak bisa hadir karena ada urusan dinas di luar daerah, dia tidak hadir dalam panggilan itu dan dia sudah konfirmasi langsung melalui handphone,” kata Adri kepada KabarMalut Rabu, (18/12/2019).

Agat tidak ada alasan lagi menghadiri panggilan penyidik, Kejari Ternate bakal berkoordinasi dengan Sekda untuk mengagendakan pemanggilan ulang.

“Nanti kita koordinasi waktunya supaya panggilan yang kita layangkan yang bersangkutan bisa hadir,” ucapnya.

Selain Ketua tim TAPD Ternate, Adri mengaku penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kota Ternate Said Assegaf.

“Kepala Bappeda kita periksa terkait dengan kasus yang sama, dan dia sudah diambil keterangan pagi tadi di ruangan Datun kisaran 60 menit,” jelasnya.

Terdapat pula pejabat lain yang bakal diperiksa pula, seperu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ternate, M Taufik Jauhar.

“Kalau beliau (M Taufik Jauhar) kita agendakan pekan depan untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Sekedar diketahui, kasus dugaan korupsi anggaran Haornas 2018 yang ditangani Kejari Ternate tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Ternate senilai Rp 2,8 miliar dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Rp 2,5 miliar dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tahun anggaran 2018. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut