Batu Kapur Dijadikan Bahan Utama Pembangunan Masjid Raya Wayo 

  • Bagikan
Material pecahab bartu kapur yang dijadikan bahan utama proyek pembangunan Masjid Raya Desa Wayo (Foto: Hamsan/KabarMalut)

BOBONG – Pekerjaan proyek pembangunan Masjid Raya Desa Wayo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu oleh rekanan CV Sumber Berkat Utama, dinilai asal jadi. Bagaimana tidak, rekanan menjadikan pecahan batu kapur sebagai bahan utama pembangunan mengganti batu kerikil pecah sebagaimana tertuang dalam Rancangan  Anggaran Biaya (RAB).

Pihak Rekanan CV Sumber Berkat Utama, Carles ketika dikonfirmasi mengaku proyek senilai Rp 2.406.710.900 seharusnya menggunakan batu kerikil pecah, tetapi di lokasi tersebut sulit ditemukan bahkan harganya lebih mahal dari pecahan batu kapur.

“Jadi kita pakai material jenis ampas domato (batu kapur) itu karena jenis kerikil pecah yang termuat dalam RAB itu tidak ada di Taliabu, harus kita pesan di palau lagi, baru harganya juga mahal. Makanya kita pakai material yang ada saja,” kata Carles, Jumat (20/12/2019).

Karena sulit dan mahal itulah menjadi alasan batu kapur digunakan sebagai material pengganti dalam pekerjaan proyek Masjid Raya Wayo ini. Carles sendiri mengatakan, penggunakan pecahan batu kapur bukan pertama kali terjadi di Pulau Taliabu, tetapi sudah menjadi kebiasaan hampir semua rekanan dalam pekerjaan proyek di Pulau Taliabu.

“Jenis kerikil (batu kapur) ini juga yang selalu dipakai oleh teman-teman kontraktor pada setiap pembangunan di Taliabu ini, termasuk gedung kantor DPRD itu,” pungkasnya.

Pekerjaan tidak sesuai RAB ini diduga lemahnya fungsi pengawasan dari Konsultan dan dinas teknik yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR).  (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut