Sejumlah Kepsek dan Guru Lapor Ketua PGRI Pulau Morotai ke Polisi

  • Bagikan
Kordinator FG-SMA/SMK Ibrahim M. Saleh saat memasukan laporan aduan ke Polres Pulau Morotai (Foto: Istimewa)

DARUBA – Sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) dan Guru yang mengatas namakan Forum Guru (FG) SMA/SMK Kabuapten Pulau Morotai mendatangi Kantor Kepolisian Resort (Polres) Pulau Morotai, melaporkan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pulau Morotai Arafik M Rahman atas dugaan pencemaran nama baik.

Kordinator FG-SMA/SMK Pulau Morotai, Ibrahim M Saleh membeberkan dasar pengaduan terhadap Arafik terkait pemberitaan bohong yang disebatkan di media sosial (Medsos) yang menuding sejumlah Kepsek malas ke sekolah dan sering berada di Ternate tanpa kegiatan yang jelas serta mengatakan guru SMA /SMK berkinerja buruk.

“Bukan hanya itu, Kepala Cabang Dinas pun disikat dengan tudingan pasif dalam pelayanan,” kata Ibrahim kepada wartawan, Senin (23/12/2019).

Yang menjadi titik permasalahan dalam pemberitaan media dan disebarkan di Medsos tersebut adalah Arafik mengaku melakukan monitoring ke sekolah-sekolah. Tapi faktanya nama Ketua PGRI itu tidak terregistrasi dalam buku tamu pada sejumlah sekolah yang disebutkan.

“Katanya hasil monitoring, kok tidak terregister pada buku tamu sekolah, ini bohong bukan?,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK, Yatman Taba menyesali sikap dan tindakan yang dilakukan Arafik. Bagi Yatman, sosok Arafik ini membingungkan, karena sebagai ketua organisasi harusnya melindungi profesi anggotanya tapi malah menjatuhkan marwah anggota dan organisasinya sendiri.

“Dia itu (Arafik) perlu banyak belajar tentang tata cara berorganisasi, sebab organisasi PGRI bukan seperti kita berteriak pakai sound system. Tapi harus dipahami,  pahami fungsi dan tugas pokok PGRI itu,” kata Yatman.

Terpisah,  Kepala Cabang Dinas Kabupaten Pulau Morotai, Samjar Forno saat dikonfirmasi terkait pengaduan FG-SMA/SMK dan tudingan yang dialamatkan kepadanya, bahwa pihaknya pasif dalam pelayanan, dirinya menggeleng-geleng kepala dengan menyesali tindakan Arafik tersebut.

“Kalau laporan FG-SMA/SMK itu haknya mereka, karena mereka merasa nama baiknya tercemar, saya ini bingung dengan Ketua PGRI, PGRI itukan organisasi non pemerintah dan hubungannya dengan Cabang Dinas itu adalah mitra kerja, artinya kalau ada guru yang malas, Kepsek yang malas atau sering ke Ternate setidaknyakan bisa konfirmasi ke saya ataupun bisa langsung koordinasi dengan Kepsek-Kepsek yang dituding itu biar terkonfirmasi kegiatanya di luar, jangan hanya duduk di tempat dan beropini, jangan-jangan beliau tidak paham tentang aturan main organisasi PGRI yang dia pimpin,” kata Samjar.

Ia menambahkan, tiga bulan terakhir ini banyak kegiatan baik dalam kabupaten maupun di luar kabupaten.

“Kalau dia benar-benar datang ke sekolah atau ke kantor kami, maka akan terjawab seluruh kegiatan-kegiatan Kepsek, guru, pegawai dan kegiatan saya pun akan diketahui, kalau cuman duduk minum kopi bagimana mau tahu kegiatan kami,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SPKT Polres Pulau Morotai, IPDA  Abdul Haris Alwan saat ditemui wartawan membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, kepolisian telah menerima laporan dari Forum Guru Pulau Morotai, namun baru sebatas laporan mediasi. Untuk proses selanjutnya direncanakan pada hari Kamis (26/12/) terlapor akan dipanggil dan dimintai keterang terkait dengan berita yang menyusutkan para Kepsek dan guru.

“Untuk surat pemanggilan terlapor sudah dibuat dengan nomor B/222/XII/2019/Res P.Morotai, perihal undangan menghadap. Berdasarkan pengaduan dari Forum Guru SMA/SMK Pulau Morotai, tentang pencemaran nama baik,” singkat Abdul. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut