Listrik Padam Tak Beraturan, PLN Bobong Didemo Warga

  • Bagikan
Massa Aksi dari Pemuda Lede saat mendatangi PLN Rayon Bobong Pulau Taliabu (Foto: Hamsan/KabarMalut)

BOBONG – Sejumlah warga dari Kecamatan Lede Kabupaten Pulau Taliabu,  melakukan demo ke kantor PLN Rayon Bobong karena kesal sejak beberapa bulan terakhir listrik di wilayah Lede sering padam tak beraturan. Massa yang mengatasnamakan Pemuda Lede itu, mendatangi kantor PLN Rayon Bobong untuk menyampaikan keluhan warga.

Massa aksi juga memintah Kepala PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara mencopot Kepala PLN Rayon Bobong, karena dinilai tidak mampu dalam mengelola management listrik di Pulau Taliabu.

“Kepala PLN Rayon Bobong harus diganti, tidak mampu kelola PLN, ini manajement bobrok,” kata salah satu orator aksi, Dedi Siswanto Idu di depan Kantor PLN Rayon Bobong, Selasa (31/12/2019).

Dedi menyampaikan pemadaman listrik tidak beraturan yang dilakukan PLN Rayon Bobong mengakibatkan kerusakan pada alat elektronik milik warga. Meski listrik selalu padam, tetapi iuran listrik melonjakan dratis.

“Pemadaman listrik ini tidak beraturan sakali, pemadaman tidak ada pemberitahuan juga, makanya warga pung alat-alat elektronik rusak abis. Sudah bagitu tiap bulan harga pembayaran iuran tambah besar atau pembayaran yang tidak sewajarnya,” ungkap Dedi.

Setelah menyampaikan orasi, massa aksijuga menyampaikan  lima poin tuntutan mereka untuk dipenuhi PLN.

Plh Manajer ULP PLN Rayon Bobong, Adam mengaku pemadaman terjadi akibat kerusakan jaringan. Dimana banyak tanaman warga yang masih saja bersentuhan langsung dengan jaringan listrik, sehingga mangganggu pelayanan pada warga sendiri.

“Sekarang yang masih rusak itu jaringannya, kita sudah survei dan turun langsung ke lokasi, cuman rawan, kenapa rawan karena pohon-pohon milik masyarakat. Jadi itu (jaringan) kecuali masyarakat mau kalau kita tebang kemudian kabel jaringannya juga itukan kabel telanjang, jadi kalau ada gangguan pasti rusak,” singkatnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut