Dampak Kenaikan Iuran, Peserta BPJS Kesehatan di Pulau Morotai Pilih Turun Kelas

  • Bagikan
Kepala Cabang BPJS  Wilayah Maluku Utara, Revian Virlanda (Istimewa)

DARUBA – Dampak dari kenaikan iuran BPJS Kesehatan secara serentak pada 1 Januari 2020, sejumlah peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Pulau Morotai memilih melakukan turun kelas.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Wilayah Maluku Utara, Revian Virlanda mengaku sejak tanggal 1 Januari hingga  30 Maret, peserta BPJS bisa memilih turun ke kelas. Sebab BPJS Kesehatan memberikan kebijakan perubahan atau penurunan kelas secara praktis.

“Kebijakan tersebut tanpa harus menunggu satu tahun, namun itu bagi yang mendaftar sebelum 1 Januari 2020,” kata Revian ketika dikonfirmasi di Kantor BPJS Kesehatan Pulau Morotai, Senin (6/1/2020).

evien mengatakan hingga saat ini terdata dibawah 50 peserta BPJS Kesehatan telah mengajukan penurunan kelas. Hal itu disebabkan karena mayoritas penduduk Pulau Morotai dijamin oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.

“Karena rata-rata peserta Jamkesda dibayar pemerintah,” tutur Revien.

Penurunan kelas tersebut terdiri dari kelas 1 turun ke kelas 3 dan dari kelas 2 turun juga ke kelas 3. Peserta yang turun kelas diminta membawa kartu BPJS kemudian akan ditindaklanjut petugas.

“Jadi syarat turun kelas cuma itu saja, bawa kartu BPJS nya kemudian oleh petugas akan diganti dengan turun kelas,”tuturnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut