Gara-gara Asal Pecat Security, FPKT Ancam Boikot PT NHM

  • Bagikan
Suasana hearing antara Forum Pemuda Kao Teluk (FPKT) dengan Kepala Security PT Nawakara Perkasa Nusantara (Istimewa)

TOBELO -Salah satu pemuda Desa Tabanoma Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), yang tercatat sebagai security pada PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dipecat oleh PT Nawakara Perkasa Nusantara. Forum Pemuda Kao Teluk (FPKT) pun mengancam akan memboikot PT NMH sebagai bentuk protes atas kesewenang-wenangan perusahan penyedia jasa security (PT Nawakara Perkasa Nusantara) untuk PT NHM itu.

Ketua FPKT Almin Syafi bersama sejumlah anggotanya melakukan hearing dengan Kepala Security PT Nawakara Perkasa Nusantara, Romel untuk meminta penjelasan tindakan dugaan sewenang-wenangan pemecatan Pemuda Kao Teluk bernama Yusril ini. Petemuan berlangsung di RM Gorontalo-Gosowong, Senin (6/1/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Security PT Nawakara Perkasa Nusantara, Romel menyampaikan permohonan maaf atas pemecatan salah satu karyawan yang juga merupakan Pemuda Kao Teluk itu. Pemecatan dilakukan karena oknum sacurity bernama Yusril kedapata tertidur saat sedang bertugas.

“Saya meminta maaf soal pemecatan satu orang Pemuda Kao Teluk Yusril,” ungkapnya.

Selain itu terdapat pula penerimaan 5 karyawan security yang tersebar di dua kecamatan lingkar tambang yakni 3 orang dari Kecamatan Malifut dan 2 dari Kecamatan Kao.

“5 karyawan yang diterima itu 3 orang Kecamatan Malifut dan 2 dari Kao,” terangnya.

Ketua FPKT, Almin Syafi saat melakukan hearing mengaku seharusnya PT Nawakara Perkasa Nusantara melayangkan peringatan terlebih dahulu kepada security yang diduga melanggar, baik peringatan kesatu, kedua dan kemudian ketiga,  baru dilakukan pemecatan.  Namun, pemecatan yang dilakukan Kepala Security Nawakara tidak melalui hal tersebut.

“Ini tidak diberi warning (peringatan) satu langsung dipecat,” tandas Almin.

Tidak hanya itu, PT Nawakara Perkasa Nusantara juga melakukan diskriminasi terhadap warga lokal khususnya warga lingkar tambang dalam perekrutan security. Dimana pasca pemecatan salah satu pemuda Kao Teluk, PT Nawakara Perkasa Nusantara mendatangkan 6 orang security yang notabene bukan dari desa lingkar tambang, melainkan warga yang berasal diluar Maluku Utara.

“Ini bentuk diskriminasi terhadap masyarakat lokal, harusnya 6 itu diproritaskan lingkar tambang karena security itu tidak butuh skil yang banyak dan di 83 desa lingkar tambang paling banyak. Tapi mengapa Kepala Security, Romel mendatangkan secara diam-diam yang 6 orang itu,” kata Almin.

FKPT mengajukan tiga tuntutan untuk dipenuhi PT Nawakara Perkasa Nusantara, pertama kembali memanggil Yusril untuk bekerja sebagai security, kedua 6 orang security yang baru didatangkan harus dipulangkan kembali ke Sulawesi atau asal mereka  dan digantikan dengan masyarakat lingkar tambang di 5 kecamatan, kemudian ketiga PT Nawakara Perkasa Nusantara dalam menerima karyawan harus ada keterwakilan kecamatan dan tidak boleh tidak.

Jika ketiga tuntutan ini tidak diindahkan, maka Kepala Security PT Nawakara Perkasa Nusantara harus pulang dan FKPT akan mengkonsulidasi massa 5 kecamatan lingkar tambang untuk memboikot seluruh aktifitas PT NHM. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut