Sepanjang 2019, Ditreskrimsus Polda Malut Tangani 33 Kasus dan Selamatkan Uang Negara Rp 7 M Lebih

  • Bagikan
Direktur Reskrimsus Polda Maluku Utara, Kombes Pol Alfis Suhaili didampinggi Kabid Humas Adip Rojikan serta sejumlah Kasubdit pada acara Nongkrong Bareng Sahabat Media Mitra Ditreskrimsu Polda Malut (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut) menangani kasus sebanyak 33 kasus sepanjang tahun 2019, namun 6 kasus diantaranya harus dihentikan (SP3) penanganannya. Penyidik Direskrimsus Polda Malut juga berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 7 miliar lebih.

Direktur Reskrimsus Polda Malut, Kombes Pol Alfis Suhaili mengatakan penanganan kasus di 2019 telah melebihi target sesuai ketesediaan anggaran sebanyak 5 kasus. Dari 33 kasus, 18 kasus dinyatakan tuntas penyidikanya (P21), 4 kasus dalam tahap I, 6 kasus telah dihentikan atau SP3 dan 5 kasus masih dalam tahapan penyelidikan.

“Dari 33 kasus yang sudah ditanggani sepanjang tahun 2019 ini sudah melibihi target sebanyak 5 kasus jika sesuai anggaran DIPA tahun 2019 itu hanya 28 kasus namun telah melebihi kapasitas,” ungkap Alfis pada acara Nongkrong Bareng Sahabat Media Mitra Ditreskrimsus Polda Malut, Selasa (7/1/2020).

Penanganan 33 kasus dilakukan oleh V Subdit pada Ditreskrimsus terdiri dari kasus tindak pidana pelanggaran terhadap undang-undang perbankan, tindak pidana perdagangan, tindak pidana korupsi, tindak pidana tak tertentu dalam hal ini pertambangan dan illegal logging.

“Kasus yang ditanggani Subdit I di Bidang Industri dan Perdagangan (Indag) sebanyak 4 kasus, 3 kasus sudah P21 dan 1 kasus dihentikan SP3. Sedangkan Subdit II Bidang Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) sebanyak 10 kasus, 4 kasus sudah P21 dan 1 kasus dihentikan, 2 kasus dalam tahap I serta 3 kasus dalam tahapan sidik,” terangnya.

Sementara Subdit III yang menangani Bidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), lanjut Alfis, tercatat sebanyak 7 kasus, 3 kasus diantaranya telah P21, 2 kasus dihentikan SP3, 1 kasus dalam tahap I dan 1 kasus dengan keterangan baru menerima laporan hasil keuangan negara dari BPK Perwakilan Malut.

“Untuk kasus yang ditanggani oleh Subdit IV Bidang Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) sebanyak 5 kasus, 4 kasus sudah P21 dan 1 kasus sudah dihentikan SP3. Subdit V Bidang Tindak ITE sebanyak 7 kasus, 4 kasus sudah dalam tahapan P21, 1 kasus telah dihentikan SP3, 1 kasus dalam tahap I dan 1 kasus dalam tahapan sidik,” terangnya.

Dari 33 kasus yang telah ditanggani, Direskrimsus Polda Malut juga berhasil menyalamatkan uang negara sebesar Rp 6.540.369.280 pada kasus Tipikor dan sebesar Rp 516.801.370 di kasus illegal logging atau total secara keseluruhan mencapai Rp 7.057.170.650.

“Kami berhasil selamatkan uang Negara sebanyak Rp 6 miliar lebih dari kasus korupsi sepanjang tahun 2019,” pungkasnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut