Kembali Diguyur Hujan, Desa di Morotai Tergenang Banjir Bertambah

  • Bagikan
Rumah warga Desa Losuo yang tergenangi banjir (Istimewa)

DARUBA – Wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut), Rabu (8/1/2020) dini hari kembali diguyur hujan lebat. Akibatnya, jumlah desa yang tergenangi air banjir kembali bertambah dari sebelumnya dua desa kini menjadi tujuh desa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pulau Morotai, Kusnadi mengaku tingginya curah hujan selama tiga hari terakhir membuat sejumlah desa di dua kecamatan mengalami kebanjir. Desa-desa tersebut diantaranya, Desa Lusuo, Sakita, Korago dan Leoleo Jaya Kecamatan Morotai Utara, Desa Sopi Majiko dan Sopi Kecamatan Morotai Jaya serta Desa Lifao Kecamatan Morotai Timur.

“Padahal sebelumnya Senin (6/1) hanya dua desa yakni Desa Lusuo dan Sopi Majiko yang tergenangi luapan banjir dari sungai. Sementara lima desa lainnya Sakita, Loleo Jaya, Korago, Sopi dan Lifao baru diterjang banjir pagi tadi,” kata Kusnadi.

Sementara jumlah penduduk terdampak musibah banjir, Desa Lifao Kecamatan Morotai Timur 10 KK tergenang, anggota keluarga terutama anak-anak dan lansia mengungsi di perumahan RTLH Buho-Buho. Sementara di Desa Lusuo Kecamatan Morotai Utara 42 KK, Desa Sopi Majiko Kecamatan Morotai Jaya 19 KK.

“Tujuh desa itu, merupakan desa paling parah yang mengalami banjir. Bahkan ketinggian air di tujuh desa tersebut kini hanya mencapai 51 cm atau setara dengan lutut orang dewasa,” terangnya.

Penyebab banjir dikarena meluapnya air sungai di sekitar desa, ditambah lagi tidak adanya talud sehingga air dengan mudah meluap ke rumah penduduk. Akibatnya musibah banjir ini telah menggenai ratusan rumah warga.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, hanya kerugian materil yang dialami warga,” jelasnya.

Pemda Pulau Morotai sendiri belum memberikan bantuan kepada korban banjir. Tapi dalam waktu dekat akan diserahkan. Saat ini Pemkab masih fokus pada proses pendataan rumah warga yang tergenang banjir.

“Iya belum ada (bantuan). Saat ini bantuan yang masuk baru dari Kodim 1508/Tobelo,” akuinya.

Terkait masalah banjir, lanjut dia, air sudah sempat surut pada pagi jelang siang, hanya saja hujan kembali terjadi mengakibatkan debit air kembali naik.

BPBD sendiri kesulitan dalam proses evakuasi terutama di wilayah Kecamatan Morotai Jaya karena akses menuju ke kecamatan tersebut terputus akibat banjir.

“Kita saat ini sudah terjebak di Korago (Kecamatan Morotai Utara),” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut