677 KK Jadi Korban Banjir di Pulau Morotai

  • Bagikan
Rumah warga salah satu desa di Kabupaten Pulau Morotai yang tergenang air (Istimewa)

DARUBA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut), mencatat sebanyak 677 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 10 desa pada 3 kecamatan menjadi korban banjir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pulau Morotai, Kusnadi Funae mengaku sesuai hasil monitor, survey dan kaji cepat Tim BPBD, tercatat sebanyak 677 KK jadi korban akibat dampak dari banjir. 677 KK itu tersebar di 10 desa pada 3 kecamatan yakni Kecamatan Morotai Timur, Morotai Utara dan Morotai Jaya.

“Pada Kecamatan Morotai Timur di Desa Lifao sebanyak 10 KK,  Desa Sangowo Barat sebanyak 50 KK dan Desa Mira yang tanaman di lahan pertaniannya rusak,” ungkap Kusnadi ketika dikonfirmasi, Jumat (10/1/2020).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pulau Morotai, Kusnadi Funae bersama Tim Kaji Cepat (Istimewa)

Untuk Kecamatan Morotai Utara, warga yang terkena banjir yakni Desa Loleo Jaya sebanyak  216 KK, Desa Sakita sebanyak 183 KK, Desa Tanjung Saleh sebanyak 6 KK, Desa Bere-Bere sebanyak  54 KK, Desa Maba 14 KK dan Desa Lusuo sebanyak 48 KK.

“Sedangkan pada Kecamatan Morotai Jaya terdampak di Desa Sopi Majiko sebanyak 23 KK dan di Desa Sopi 63 KK,” jelasnya.

Saat ini salah satu solusi untuk mengatasi banjir di area pemukiman penduduk yakni, dengan normalisasi dan  pemasangan bronjong sungai sekaligus perbaikan drainase di beberapa desa sekaligus melakukan relokasi rumah penduduk di sekitar Daerah Air Sungai (DAS).

“Sejumlah sungai yang perlu dinormalisasi yakni sungai Desa Sangowo Barat, sungai Desa Mira di Desa Rahmat, sungai Desa Lifao, sungai Desa Loleo Jaya, Desa Lusuo dan sungai Desa Majiko. Sementara perbaikan drainase di Desa Bere-Bere, Desa Maba sekaligus relokasi rumah penduduk di sekitar DAS,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut