Terancam Tujuh Tahun Penjara, Kades Sidopo Ditahan Jaksa

  • Whatsapp

LABUHA – Berkas kasus dugaan pemalsuan dokumen negara berupa ijazah dilakukan Kepala Desa (Kades) Desa Sidopo Kecamatan Bacan Barat Utara, Sehan Hi Rahman dinyataan lengkap (P21). Penyidik Polres Halmahera Selatan (Halsel) langsung melaksanakan tahap dua penyerahan tersangka dan berkas ke Kejaksaan Negeri.

“Kades Sidopo sudah dilakukan tahap dua. Diserahkan tersangka dan alat bukti ke ke Kejaksaan untuk disidangkan,” kata Kasat Reskrim Polres Halsel, IPTU Gastimur Wanto kepada Kabarmalut, Kamis (16/1/2020).

Muat Lebih

Terpisah Kasi Pidum Kejari Halsel, Rizky Septa Kurniadhi menjelaskan setelah diteliti berkas sudah lengkap dan unsur-unsurnya sudah cukup.  Alat bukti berupa saksi dan alat bukti forensik memang ada pemalsuan, karena terdapat perbedaan di ijazah SD dan SMP milik tersangka Sehan.

“Di ijazah asli SD itu terdapat nama Katrina Umar sesuai nomor induk yang dilihat di sekolah setempat, tetapi bisa muncul nama Sehan Hi Rahman,” sebut Rizky.

Sementara di ijazah SMP, lanjut Rizky, terdapat perbedaan stepel sekolah, setelah diadakan dokumen pembanding dengan siswa lain dan sudah ada laporannya di forensik yang menyimpulkan bahwa ijazah tersebut non identik atau palsu.

“Ijazah SMP itu yang muncul tidak sama dengan ijazahnya teman-temannya dia (Kades). Jadi tidak sama,” cetusnya.

Tersangka Sehan disangkakan dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) atau alternatif pasal 263 KUHAP tentang pemalsuan dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. Sehan juga saat ini sudah ditahan di rumah tahanan (Rutan) Labuha selama 20 hari sambil menunggu jadwal persidangan.

“Tersangka sudah kami limpahkan ke Rutan.  Jadwal sementara belum karena kami belum  limpahkan ke pengadilan negeri.” tutup Rizky. (*)

Pos terkait