Usut Dugaan Penggelapan Anggaran Koperasi PDAM Ternate, Polisi Periksa 18 Saksi

  • Bagikan
Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Riki Arinanda (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Sat-Reskrim) Polres Ternate, terus mengusut dugaan penggelapan anggaran Koperasi Karyawan Tirta Dharma di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Ternate tahun 2013-2017. Penyidik bahkan telah memeriksa 18 saksi untuk mencari pelaku yang harus bertanggung jawab atas dugaan kerugian anggaran  senilai Rp 3,7 miliar ini.

“Penyidik sudah memanggil dan memeriksa sebanyak 18 saksi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Ternate AKP Riki Arinanda ketika dikonfirmasi KabarMalut, Kamis (16/1/2020).

Meski telah memeriksa 18 saksi, Riki mengaku hingga kini penyidik belum memintai keterangan terhadap mantan Kepala Koperasi Karyawan Tirta Dharma PDAM Abdul Gani Hatari. Sebab penyelidikan yang dilakukan penyidik masih terus berjalan.

“Nanti kami bikin perencanaan, namun intinya dari tim penyidik belum ada kendala. Jika sudah ada kendala nanti baru penyidik bakal memanggil mantan Kepala Koperasi PDAM,” kata Riki.

Pemeriksaan saksi dilakukan penyidik untuk pendalaman kasus. Sehingga pihak-pihak yang dianggap mengetahui permasalah ini, oleh penyidik perlu dimintai keterangan.

“Kami masih melakukan pendalaman yang sifatnya mengusut hingga memenuhi unsur tindak pidana,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, BPKP Perwakilan Provinsi Maluku Utara telah melakukan audit laporan keuangan Koperasi Karyawan Tirta Dharma PDAM Kota Ternate tahun 2013-2017, hasil audit BPKP dengan nomor :LAP-493 /PW33 /4/2018 tertanggal 20 Desember 2018 menunjukkan adanya dugaan kerugian keuangan negara senilai Rp 3,7 miliar. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut