Bawaslu Halsel Awasi Kuker Bupati Bahrain Kasuba dan Pimpinan OPD

  • Bagikan
Kunjungan kerja Bupati Bahrain Kasuba dan sejumlah pimpinan OPD beberapa waktu lalu (Istimewa)

LABUHA – Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) melalui Koordinator Devisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL), menginstruksikan kepada seluruh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di 30 Kecamatan agar melakukan pengawasan kepada Bupati Bahrain Kasuba saat melakukan kunjungan kerja (Kuker) di desa-desa. Selain Bahrain Kasuba, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ikut dalam kunjungan bersama Bupati Bahrain Kasuba juga diawasi.

“Pengawasan ini dilakukan untuk menjaga langkah Bupati Bahrain Kasuba melakukan kampanye pada saat Kuker berlangsung,” kata  Kordiv Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Halsel, Rais Kahar saat ditemui di kantor Bawaslu jalan Sadar Alam Desa Tomori, Selasa (21/1/2020).

Koordinator Devisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Halmahera Selatan, Rais Kahar (Dahbudin/KabarMalut)

Rais menjelaskan,  pengawasan terhadap calon petahana ini dilakukan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pasal 71 ayat 3 yang berbunyi, Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati dan Walikota atau Wakil Walikota dilarang menggunakan kewenangan program dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon, baik di daerah sendiri atau di daerah lain dalam waktu enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan penetapan pasangan calon terpilih.

“Tahapan pemilihan kepala daerah ini sudah dimulai. Oleh karena itu, untuk memastikan kunjungan kerja yang diatur dalam ketentuan itu sah-sah saja, tapi tidak serta-merta melakukan starting kampanye,” ungkap Rais.

Menurut Rais, kunjungan kerja yang dilakukan Bupati Bahrain Kasuba bersama pimpinan OPD ke desa-desa untuk menyempaikan hasil kerja dan rencana kerja Pemerintah Kabupaten kepada masyarakat itu merupakan hal yang biasa sebagai seorang kepala daerah. Meski demikian, dirinya berharap Bupati Bahrain Kasuba tidak memanfaatkan agenda Kuker untuk mengajak masyarakat, apalagi menekan masyarakat memilih dirinya dan memanfaatkan Kuker ke arah kepentingan lain.

“Kalau dalam kunjungan kerja tersebut lalu ada temuan, maka Bawaslu secara kelembagaan akan memproses sesuai dengan ketentuan,” pungkas Rais. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut