Polres Halut Tetapkan Satu Leader Ivestasi Bodong Jadi Tersangka

  • Bagikan
Kasat Reskrim Polres Halmahera Utara, AKP Rusli Mangoda ( Ronald/KabarMalut)

TOBELO – Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Halmahera Utara (Halut), akhirnya menetapkan status tersangka terhadap salah leader atau tim investasi bodong PT Karapoto Fintech di Halut, berinisial AD alias Aja. Penatapan tersangka dilakukan setelah penyidik gelar perkara.

Kasat Reskrim Polres Halut, AKP Rusli Mangoda mengatakan kasus dugaan investasi bodong PT Karapoto Fintech di Halut diperkirakan merugikan nasabah mecapai Rp 1 miliar lebih. Dengan begitu, maka salah satu leader atau tim yang membawahi wilayah Halut-Pulau Morotai dijadikan tersangka.

“Satu orang yang kami tetapkan sebagai tersangka berinisial AD, dalam kasus dugaan investasi bodong PT. Karapoto sebagai leader atau tim di wilayah Halut dan Morotai,” ungkap Rusli saat dikonfirmasi, Rabu (22/1/2020).

Dalam pengungkapan kasus ini, Rusli mengaku terdapat sejumlah orang yang terlibat. Bahkan status pekerjaan mereka bervariasi, ada mantan Kepala BNN, mantan Kepala KUA, PNS dan masyarakat.

“Mereka juga berperan sebagai leader atau tim dan kita terus mengembangkan penyidikan sesuai dengan laporan,” ungkapnya.

Meski sudah menetapkan tersangka, dalam penyelidikan hingga ke penyidikan, penyidik marasa kesulitan karena tidak ada nasabah yang mau membuat laporan bahkan memberikan keterangan ke penyidik.

“Kendalanya nasabah tidak ada yang mau memberikan keterangan, kemungkinan takut uangnya tidak kembali,” ujarnya.

Penyidik juga melayangkan surat panggilan terhadap leader atas nama Dian Apriani. Namun Dian belum memenuhi panggilan dengan alasan melalui surat dari kuasa hukumnya bahwa Dian baru selesai melahirkan.

“Sementara ini kita periksa leader atau tim yang ada di Halut dan Morotai, setelah itu kita panggil Dian,” pungkasnya.  (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut