Terjadi Insiden di Tes PPK, Satu Staf KPU Halsel Dilarikan ke Rumah Sakit

  • Bagikan
Korban penyiraman air cabai Rusdi Awat saat terbaring lemas di ruang IGD RSUD Labuha (Dahbudin/KabarMalut)

LABUHA – Pelaksanaan tes tertulis calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halsel) tahun 2020, sempat terjadi insiden. Akibatnya satu staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halsel harus dilarikan ke rumah sakit.

Informasi yang dihimpun KabarMalut, staf KPU yang harus mendapat pertolongan medis di RSUD Labaha itu terjadi saat pelaksaan tes tertulis calon PPK yang berlangsung di ruang kelas SMP Alhairat Labuha Kabupaten Halsel Minggu (2/2/2020). Korban yang sedang melaksanakan tugas itu tiba-tiba matanya disirami air cabai oleh Rahima Salasa (49) dan anaknya Hadijah Yasin (30) warga Desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan.

Kedua pelaku ini mengamuk karena di dalam ruangan tes terdapat seorang peserta wanita bernama Nursina Rauf merupakan istri kedua dari Iksan Abubakar yang merupakan suami dari Hadijah. Rahima dan Hadija awalnya berniat menyerang Nursina tetapi dilerai korban Rusdi. Meras dihalangi, Rahima mengeluarkan satu buah botol air mineral dari kantong kresek yang berisi air cabai yang sudah digiling alus kemudian menyemprotkan ke muka Rusdi.

“Tiba-tiba saya dengar Udi teriak mata saya. Baru saya tahu ternyata di dalam botol itu cabai yang sudah digiling alus,” kata Sandi salah satu staf KPU Halsel saat ditemui di IGD RSUD Labuha.

Mengetahui suaminya disiram air capai, Nurmila Husin istri dari Rusdi Awat langsung melaporkan masalah yang menimpa suaminya itu ke Polres Halsel. Saat melaporkan Nurmila sempat bersegi tegang dengan Rahima di ruang Unit Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

“Ibunya Hadija (Rahima) bilang siapa suruh suami anda menghalangi saya,” kata Nurmila mengulang perkataan Rahima.

Nurmila yang merupakan pegawai di RSUD Labuha itu mengaku suaminya harus dirujuk ke RSUD Hasan Boesori Kota Ternate untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Hal ini dilakukan karena dokter menghawatirkan kornea mata suaminya bermasalah. Nurmila juga sudah mengantongi surat rekomendasi rujukan dari dokter.

“Sudah ada surat rujukan sebentar malam berangkat ke Ternate,” ucap Nurmila dengan nada lirih.

Kejadian penyiraman air cabe ini dibenarkan oleh Kanit SPKT Polres Halsel Bripka M Laimpi. Kata Laimbi pihak menerima dua aduan. Aduan yang pertama datang dari Nurmila Husin istri dari Rusdi Awat dan aduan kedua dari KPU Halmahera Selatan.

“Sementara masih dibuatkan berita acara pemeriksaan” sebut Laimpi. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut