Gedung Kantor Bupati Morotai Diduga Bermasalah, Dinas PU Sembunyikan Data untuk Diaudit

  • Whatsapp
Gedung baru Kantor Bupati Pulau Morotai (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Gedung baru kantor Bupati Pulau Morotai resmi digunakan mulai tahun 2019, namun pekerjaan bangunan yang menghabiskan anggaran Rp 10 miliar ini diduga bermasalah. Sebab struktur bangun tidak sesuai yang diharapkan.

Inspektorat Pulau Morotai sendiri bahkan telah memintai data pembangunan kantor bupati untuk kepentingan audit pertanggungjawaban anggaran yang digunakan sejak tahun Rp 2014-2018. Namun Dinas Pekerja Umum (PU) selaku instansi bertanggung jawab telah menyembunyikan data untuk diaudit Inspektorat.

Bacaan Lainnya

“Saat ini yang menjadi keterlambatan pemeriksaan itu ketersedian data dari Dinas PU terkait dengan data kontraktor pembangunan kantor bupati ini, bangunan ini juga jika kita lihat banyak kejanggalan di sini,” kata Kepala Inspektorat Pulau Morotai, Marwanto P Soekidi saat dikonfirmasi KabarMalut, Senin (10/2/2020).

Permintaan data lengkap berkaitan dengan pembangunan kantor bupati yang banyak mengalami kerusakan ini, tidak tanggapi Dinas PU dan terkesan menyembunyikan. Akibatnya, proses audit anggaran mengalami keterlambatan dan tak kunjung usai.

“Kami sudah minta datanya sudah dua kali, pernah data yang diberikan, misalnya data yang kami minta 10 dikasih hanya 2. Bagaimana mau diperiksa, data dari kontraktor saja tidak dikasih,” kesal Marwanto.

Marwanto mengaku saat ini pihaknya menunggu alat untuk melakukan pemeriksaan fisik bangunan kantor bupati triwulan dua.

“Bagi saya pemeriksaan ini tidak akan selesai, mungkin bagi mereka sudah selesai karena surat tugasnya sudah selesai, waktunya 20 hari balik lagi. Ohh tidak seperti itu, kalau pemeriksaan khusus itu mau sampe 10 tahun pun kita juga masih bisa periksa,” pungkasnya.

Kepala Dinas PU Pulau Morotai, Abubakar Abdul Rajak hingga berita naik tayang belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan ini. Nomor handphone pribadi milik Abubakar 085333666xxx ketika dihubungi selalu berada di luar jangkauan. (*)

Pos terkait