Kasus Penambangan Batu Angus Naik Penyidikan

  • Whatsapp
Direktur Reskrimsus Polda Maluku Utara, Kombes Pol Alfis Suhaili (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut), akhirnya menaikan status kasus galian C berupa penambangan Batu Angus di Kelurahan Tabam milik Machmud Esa dari penyelidikan menjadi penyidikan.

“Kasus itu (penambangan batu angus) sudah kita tingkatkan menjadi penyidikan,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda Malut, Kombes Pol Alfis Suhaili ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (10/2/2020).

Bahkan sejak kasus ini dilaporkan warga Kelurahan Tabam Kecamatan Ternate Utara, tim penyidik telah memeriksa 15 orang saksi termasuk pemilik usaha Machmud Esa.

Sebelumnya sejumlah warga RT 004 RW 002 Kelurahan Tabam melaporkan penambangan batu angus dilahan seluas sekira 4,5 hektar ini karena diduga tidak memiliki izin serta amdalnya.

“Aktivitas penambangan batu yang dilakukan Hi Machmud Esa dinilai salah. Kami juga menanyakan izinnya itu betul-betul terpenuhi atau tidak, karena dia mengklaim memiliki lahan dengan luas 4,5 hektar. Ini kan aneh karena bicara batu angus itu bukan milik siapa-siapa,” kata Mustafa Hidayat warga Tabam. (*)

Pos terkait